Home / Tanya Jawab / 20 Pertanyaan Penting tentang Omfalokel

20 Pertanyaan Penting tentang Omfalokel

20 PERTANYAAN DAN JAWABAN

Tentang


“OMFALOKEL”

1. Apakah yang dimaksud dengan omfalokel?

    Jawab:

    Omphalokel secara bahasa berasal dari bahasa yunani omphalos yang berarti umbilicus=tali pusat dan cele yang berarti bentuk hernia. Omphalokel diartikan sebagai suatu defek sentral dinding abdomen pada daerah cincin umbilikus (umbilical ring)  atau cincin tali pusar sehingga terdapat herniasi organ-organ abdomen dari cavum abdomen namun masih dilapiasi oleh suatu kantong atau selaput. Omphalocele juga dapat diartikan sebagai kantong bening tidak berpembuluh darah yang terdiri dari lapisan peritoneum dan lapisan amnion pada pangkal tali pusat.

    Jadi, omfalokel adalah penonjolan dari usus atau isi perut lainnya melalui akar pusar yang hanya dilapisi oleh peritoneum (selaput perut) dan tidak dilapisi oleh kulit.

    2. bagaimanakah etiologi omfelokel??

      Jawab:

      Penyebab pasti terjadinya omphalokel belum jelas sampai sekarang. Beberapa faktor resiko atau faktor-faktor yang berperan menimbulkan terjadinya omphalokel diantaranya adalah infeksi, penggunaan obat dan rokok pada ibu hamil, defisiensi asam folat, hipoksia, penggunaan salisilat, kelainan genetik serta polihidramnion.

      Pada 25-40% bayi yang menderita omfalokel, kelainan ini disertai oleh kelainan bawaan lainnya, seperti kelainan kromosom, hernia diafragmatika dan kelainan jantung.

      3.  apakah gejala omfelokel??

        Jawab:

        Banyaknya usus dan organ perut lainnya yang menonjol pada omfalokel bervariasi, tergantung kepada besarnya lubang di pusar.
        Jika lubangnya kecil, mungkin hanya usus yang menonjol; tetapi jika lubangnya besar, hati juga bisa menonjol melalui lubang tersebut.

        4. bagaimanakah perjalanan Embriogenesis sehingga terjadinya omfalokel?

          Jawab:
          Pada janin usia 5 – 6 minggu isi abdomen terletak di luar embrio di rongga selom. Pada usia 10 minggu terjadi pengembangan lumen abdomen sehingga usus dari extra peritoneum akanmasuk ke rongga perut. Bila proses ini terhambat maka akan terjadi kantong di pangkal umbilikus yang berisi usus, lambung kadang hati. Dindingnya tipis terdiri dari lapisan peritoneum dan lapisan amnion yang keduanya bening sehingga isi kantong tengah tampak dari luar, keadaan ini disebut omfalokel.

          5. bagaimanakah cara pengobatan pada omfalokel?

            Jawab:

              1. pasang pipa NG untu mengurangi tekanan udara
              2. cairan IV
              3. antibiotik prophylactic (pencegah penyakit)
              4. operasi kembali didnding perut yang rusak
            1. bagaimanakah cara mengobati kerusakan yang kecil (<2cm)?

            Jawab :

            Dengan cara menutup dinding perut

            6. bagaimanakah cara mengobati kerusakan tingkat menengah (2 – 10 cm)?

              jawab :

              dengan cara memindahkan selaput bagian luar dam menempatkan potongan silikon untuk membentuk “silo”, tempat sementara untuk isi abdomen, kemudian secara pewrlahan-lahan ukuran silo akan berkurang/mengecil dan tidak lebih dari 4 sampai 7 hari abdomen memuat/mengakomodasi visera (isi ringga peurt) kemudian kerusakannya akan tertutupi.

              7. bagaimanakah cara memgobati kerusakan yang besar (>10 cm)?

                jawab :

                dengan cara tutupi kulit atau obati dengan semprotan batadin,mercurochrome,atau silver sulfadiazine (silvadine) disekitar kerusakan. Biarkan bekas luka terbentuk, dengan epitelisasi secara terus-menerus, berikan kesempatan pada bekas luka untuk memperbaiki jaringannya dari bulan pertama hingga ke tahun berikutnya.

                8. kelainan apa sajakah yang berhubungan dengan omfalokel?

                  Jawab:

                  50% dari kasus yang sering terjadi adalah adanya kelainan sistem cardiovasculer,gastrointestinal,genita urinary, sistem muskuloskeletal,sistem persyarafan dan kromosom.

                  10.  organ apakah yang sering di temukan menonjol pada omfalokel tapi hampir tidak pernah ditemukan pada gastroschisis?

                  Jawab:

                  Liver (Hati)

                  11.  apa sajakah yang memungkinkan adanya komplikasi pada omfalokel?

                  Jawab:

                  • Kesalahan putaran pada usus atau terjadi penympangan.
                  • Komplikasi dini merupakan infeksi pada kantong yang mudah terjadi pada permukaan yang telanjang. Kelainan kongenitak dinding perut ini mungkin disertai kelainan bawaan yang memperburuk prognosis

                  12.  bagaimanakah cara Pengobatan Paliatif pada omfalokel?
                  jawab:

                  Besarnya kantong, luasnya cacat dinding perut dan ada tidaknya hati di dalam kantong akan menentukan cara pengobatan. Bila kantong omfalokel kecil, dapat dilakukan operasi satu tahap. Dinding kantong dibuang, isi kantong dimasukkan ke dalam rongga perut, kemudian lubang ditutup dengan peritoneum, fasia dan kulit. Tetapi omfalokel biasanya terlalu besar dan rongga perut terlalu kecil sehingga isi kantong tidak bisa dimasukkan ke dalam rongga perut. Jika dipaksakan maka karena regangan dinding perut diafragma terdorong ke atas dan terjadi gangguan pernafasan. Obstruksi vena cava inferior juga dapat terjadi karena penekanan tersebut.
                  Tindakan yang dapat dilakukan ialah dengan melindungi kantong omfalokel dengan cairan anti septik misalnya betadin dan menutupnya dengan kain dakron agar tidak tercemar. Dengan demikian ada kesempatan terjadinya epitelisasi dari tepi sehingga seluruh kantong tertutup epitel dan terbentuk hernia ventralis yang besar. Epitelisasi ini membutuhkan waktu 3 – 4 bulan. Kemudian

                  13.  berapakah frekuensi terjadinya omfalokel?

                  Jawab:

                  Omfalokel terjadi pada 1 dari 5.000 kelahiran.
                  Usus terlihat dari luar melalui selaput peritoneum yang tipis dan transparan (tembus pandang).

                  14.  terdiri dari apa sajakah selaput pada omfalokel?

                  Jawab:

                  Selaput terdiri atas lapisan amnion dan peritoneum.

                  15.  pada bagian pentologi manakah omfalokel itu?

                  Jawab:

                  Dibagian cantrell pentologi

                  16.  apah cantrell pentologi itu?

                  Jawab:

                  • kerusakan diafragma (hernia)
                  • kelainan cardiac (jantung)]
                  • cacat pericardium
                  • kerusakan sternum

                  17.  bagaimanakah awal terladinya omfalokel?

                  Jawab:

                  Awal terjadinya omphalokel masih belum jelas dan terdapat beberapa teori embriologi yang menjelaskan kemungkinan berkembangnya omphalokel. Teori yang banyak disebutkan oleh para ahli ialah bahwa omphalokel berkembang karena  kegagalan migrasi dan fusi dari embrionik fold bagian kranial, caudal dan lateral saat membentuk cincin umbilikus pada garis tengah sebelum invasi miotom pada minggu ke-4 perkembangan. Teori lain menyebutkan bahwa omphalokel berkembang karena kegagalan midgut untuk masuk kembali ke kavum abdomen pada minggu ke-12 perkembangan.

                  18.  bagaimanakh sejarah tentang omfalokel?

                  Jawab:

                  Omphalokel dideskripsikan pertama kali oleh seorang ahli bedah Prancis bernama Ambroise Pare pada tahun 1634. Dia mendeskripsikan omphalokel secara akurat dan melakukan penatalaksanaan secara konservatif berupa pemberian agen-agen eskarotik pada permukaan selaput omphalokel uintuk merangsang epitelisasi. Pendekatan penatalaksanaan tersebut kemudian menimbulkan beberapa masalah diantaranya memerlukan waktu yang lama, sehingga membutukan pula nutrisi dan me metabolik yang toll. Selaput dapat pula pecah yang berakibat terjadinya infeksi.

                  Baru kemudian pada tahun 1948, Robet Gross di Boston memperkenalkan suatu metode penutupan omphalokel yang besar dan sukses. Dia mendeskripsikan penutupan omphalokele melalui 2 tahap. Tahap pertama ialah membuat skin flap untuk melindungi organ-organ abdomen yang mengalami herniasi. Tahap kedua ialah merepair hernia ventralis.

                  Schuster pada tahun 1967 kemudian memperkenalkan penggunaan material prostetik untuk memproteksi organ-organ abdomen selama tahapan pertama tersebut. Akhirnya pada tahun 1969, Allen dan Wrenn memeperkenalkan pada suatu teknik “Silo”, dimana organ-organ abdomen yang mengalami herniasi  ditutup dengan satu lapis silastic yang dilekatkan ke fascia dinding abdomen. Organ–organ abdomen tersebut kemudian dimasukkan secara bartahap kedalam kavum abdomen melalui progessiv tightening/tekanan manual dalam beberapa hari. Semenjak penenemuan itulah penutupan defek omphalokel secara primer dimungkinkan pada masa-masa awal bayi.  Sampai saat ini berbagai usaha dilakukan untuk mendapatkan hasil klinik yang memuaskan.

                  19.  bagaimanakah cara mendiagnosa omfalokel?

                  Jawab :

                  • Sebelum melahirkan U/S
                  • Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, dimana isi perut terlihat dari luar melalui selaput peritoneum.

                  20.  PATOFISIOLOGIS???

                  Jawab :

                  Kelainan kongenital Omfalokel dan Gastrischisis

                  Nama Anda (dibutuhkan)

                  Email Anda (dibutuhkan)

                  Subjek

                  Pesan Anda

                  Upload Foto

                  Validation
                  captcha

                  2 comments

                  1. trims..y ..info nya bagus banget 🙂

                  2. sebaiknya di buat etiologi , patologi, dan penatalaksanaan dari omfalokel ini.
                    agar mahasiswa lebih mengerti tentang omfalokel ini