Dokter Bedah Malang

Archive for August, 2010

Poster Saluran Kemih

Difinisi

Batu Ginjal di dalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri, perdarahan, penyumbatan aliran kemih atau infeksi. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis (litiasis renalis, nefrolitiasis).

Pathofisiologi

Batu, terutama yang kecil, bisa tidak menimbulkan gejala. Batu di dalam kandung kemih bisa menyebabkan nyeri di perut bagian bawah. Batu yang menyumbat ureter, pelvis renalis maupun tubulus renalis bisa menyebabkan nyeri punggung atau kolik renalis (nyeri kolik yang hebat). Kolik renalis ditandai dengan nyeri hebat yang hilang-timbul, biasanya di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang, yang menjalar ke perut, daerah kemaluan dan paha sebelah dalam. Gejala lainnya adalah mual dan muntah, perut menggelembung, demam, menggigil dan darah di dalam air kemih. Penderita mungkin menjadi sering berkemih, terutama ketika batu melewati ureter. Batu bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. Jika batu menyumbat aliran kemih, bakteri akan terperangkap di dalam air kemih yang terkumpul diatas penyumbatan, sehingga terjadilah infeksi. Jika penyumbatan ini berlangsung lama, air kemih akan mengalir balik ke saluran di dalam ginjal, menyebabkan penekanan yang akan menggelembungkan ginjal (hidronefrosis) dan pada akhirnya bisa terjadi kerusakan ginjal.

Gejala klinis

Nyeri pinggang

Nyeri hebat tiba-tiba / sifat hilang timbul

Riwayat keluar batu

Nyeri / panas disaat kencing

Kencing disertai darah

Kencing tiba-tiba berhenti, lancar dengan berubah posisi

Demam bila ada infeksi

Penatalaksanaan

Apabila ada gejala penyumbatan Batu kecil di dalam ureter bagian bawah bisa diangkat dengan endoskopi yang dimasukkan melalui uretra dan masuk ke dalam kandung kemih. Batu asam urat kadang akan larut secara bertahap pada suasana air kemih yang basa (misalnya dengan memberikan kalium sitrat), tetapi batu lainnya tidak dapat diatasi dengan cara ini. Batu asam urat yang lebih besar, yang menyebabkan penyumbatan, perlu diangkat melalui pembedahan.

Poster Batu Empedu

Definisi

Batu Empedu adalah timbunan kristal di dalam kandung empedu atau di dalam saluran empedu. Batu yang ditemukan di dalam kandung empedu disebut kholelithiasis, sedangkan batu di dalam saluran empedu disebut koledokolitiasis.

Pathofisiologi

Jika batu kandung empedu menyebabkan serangan nyeri berulang meskipun telah dilakukan perubahan pola makan dan pengobatan, batu saluran empedu bisa menyebabkan masalah yang serius, karena itu harus segera diangkat/dikeluarkan melalui operasi pembedahan, salah satunya adalah dilakukan secara laparoskopi, dimana kandung empedu diangkat melalui selang yang dimasukkan lewat sayatan kecil di dinding perut. Jenis pembedahan ini memiliki keuntungan selain hanya membutuhkan sayatan kecil juga mengurangi rasa tidak nyaman pasca pembedahan,  memperpendek masa perawatan di rumah sakit dan mempercepat masa pemulihan.

Pengangkatan kandung empedu tidak menyebabkan kekurangan zat gizi dan setelah pembedahan tidak perlu dilakukan pembatasan makanan.

Komponen utama dari batu empedu adalah kolesterol, sebagian kecil lainnya berbentuk dari garam kalsium. Cairan empedu mengandung sejumlah besar kolesterol yang biasanya tetap berbentuk cairan. Jika cairan empedu menjadi jenuh karena kolesterol, maka kolesterol bisa menjadi tidak larut dan membentuk endapan diluar empedu.

Batu empedu di dalam saluran empedu bisa mengakibatkan infeksi hebat saluran empedu (kolangitis), infeksi pankreas (pankreatitis) atau infeksi hati.

Jika saluran empedu tersumbat, maka bakteri akan tumbuh dan dengan segera menimbulkan infeksi di dalam saluran. Bakteri bisa menyebar melalui aliran darah dan menyebabkan infeksi di bagian tubuh lainnya.

Gejala Klinis

Nyeri perut kanan atas.

Bisa disertai mual, muntah, kembung, perut terasa tidak nyaman.

Penyebaran nyeri bisa kepunggung tengah, puncak bahu / scapula (entong-entong).

Bisa disertai demam.

Penatalaksanaan

Jika batu kandung empedu menyebabkan serangan nyeri berulang meskipun telah dilakukan perubahan pola makan dan pengobatan, batu saluran empedu bisa menyebabkan masalah yang serius, karena itu harus segera diangkat/dikeluarkan melalui operasi pembedahan, salah satunya adalah dilakukan secara laparoskopi, dimana kandung empedu diangkat melalui selang yang dimasukkan lewat sayatan kecil di dinding perut. Jenis pembedahan ini memiliki keuntungan selain hanya membutuhkan sayatan kecil juga mengurangi rasa tidak nyaman pasca pembedahan,  memperpendek masa perawatan di rumah sakit dan mempercepat masa pemulihan.

Pengangkatan kandung empedu tidak menyebabkan kekurangan zat gizi dan setelah pembedahan tidak perlu dilakukan pembatasan makanan.

  1. Apa yang dimaksud dengan hemoroid/ambeien?
    Jawab:
    Hemoroid/ambeien adalah  pelebaran vena di dalam pleksus hemoroid/ambeienalis yang tidak merupakan keadaan patologik.
  2. Hemoroid/ambeien dibedakan menjadi 2 yaitu hemoroid/ambeien interna dan eksterna, jelaskan masing-masing hemoroid/ambeien tersebut?
    Jawab:
    Hemoroid/ambeien interna adalah pleksus v. hemoroid/ambeienalis superior diatas garis mukotan dan ditutupi oleh mukosa, sedangkan hemoroid/ambeien eksterna merupakanpelebaran dan penonjolan pleksus hemoroid/ambeien inferior terdapat disebelah distal garis mukokutan di dalam jaringan dibawah epitel anus.
  3. Apa yang menyebabkan terjadinya hemoroid/ambeien?
    Jawab:
    Konstipasi, menngejan saat buang air besar, kecenderungan varises herediter, kehamilan, posisi berdiri yang lama, posisi berdiri yang lama, tumor abdomen, obesitas.
  4. Keluhan apa yang sering muncul pada penderita hemoroid/ambeien?
    Jawab:
    Buang air besar sakit dan sulit, adanya benjolan di dubur, buang air besar berdarah segar dan menetes
  5. Apa gejala dari hemoroid/ambeien?
    Jawab:
    Perdarahan lewat dubur, nyeri, pembengkak-an atau penonjolan di daerah dubur, sekret atau kekuar cairan melalui dubur, rasa tidak puas waktu buang air besar, dan rasa tidak nyaman di daerah pantat.
  6. Apa indikasi operasi pada penderita hemoroid/ambeien?
    Jawab:
    Penderita dengan keluhan menahun dan hemoroid/ambeien derajat III dan IV, Perdarahan berulang dan anemia yang tidaksembuh dengan terapi lain yang lebih sederhana, Hemoroid/ambeien derajat IV dengan thrombus dan nyeri hebat.
  7. Apa kontra indikasi pada penderita hemoroid/ambeien?
    Jawab:
    Hemoroid/ambeien derajat I dan II, Penyakit Chron’Karsinoma rectum yang inoperables, Wanita hamil, Hipertensi portal
  8. Apa saja diagnosis banding hemoroid/ambeien?
    Jawab:
    Karsinoma kolorektum, Penyakit divertikel, Polip, Kolitis ulseratifa, Prolaps rekti, Prolaps ani, Proktitis spesifik dan non spesifik/ Chron’s disease/ Amubiasis.
  9. Derajad hemoroid/ambeien berdasarkan prolaps bantalan ada empat macam sebutkan dan jelaskan!
    Jawab:

    • Derajad 1: Bantalan anus tidak turun sampai ke linea dentate saat mengedan, sering disertai perdarahan.
    • Derajad II: Bantalan anus prolaps sampai di bawah linea dentate saat mengedan, dapat terlihat dari luar dan langsung menghilang bila mengedan dihentikan.
    • Derajad III: Bantalan anus hingga keluar saat mengedan atau defekasi dan tetap di luar sampai direposisi secara manual, dan akan kembali turun saat mengedan berikutnya.
    • Derajad IV: Prolaps tidak dapat direposisi secara manual, memberikan gambaran bantalan interna yang ditutupi mukosa.
  10. Penyulit utama hemoroid/ambeien apa saja?
    Jawab:
    Anemia dan trombosis. (more…)
Page 1 of 212»

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin