Lihat Videonya
http://www.youtube.com/watch?v=0Q9aaRWIWMA
Gejala: Gejala awalnya sering hanya menangis dan tidak mau makan. Seringkali anak tidak bisa menjelaskan rasa nyerinya. Dan beberapa jam kemudian akan terjadi muntah- muntah dan anak menjadi lemah dan letargik. Karena ketidakjelasan gejala ini, sering apendisitis diketahui setelah perforasi. Begitupun pada bayi, 80-90 % apendisitis baru diketahui setelah terjadi perforasi.
Nyeri perumbilikus akut atau nyeri abdomen menyeluruh biasanya konstan. Sesudah 1-5 jam, nyeri berkemih atau rasa kebelet dapat terjadi jika apendiks terletak dekat kandung kemih atau ureter. Muntah biasanya terjadi hanya sesudah nyeri yang berkepanjangan. Konstipasi sering terjadi, tetapi diare hanya kadang – kadang dijimpai
Jawab : tanda nyeri perut kanan bawah tidak begitu jelas dan tidak ada tanda rangsangan peritoneal. Rasa nyeri lebih kearah perut kanan atau nyeri timbul pada saat melakukan gerakan seperti berjalan, bernapas dalam, batuk, dan mengedan. Nyeri ini timbul karena adanya kontraksi m.psoas mayor yang menegang dari dorsal.
Jawab :
Tanda : Demam subfebril, bervariasi antara 37,8 sampai 38, 4 C ( 100 sampai 101,6F), atau mungkin tanpa demam pada awal perjalanan penyakit. Demam yang sangat tinggi menunjukkan adanya perforasi apendiks, disertai peritonitis, atau adanya enteritis bakteri yang bersamaan, terutama jika disertai diare. Anak biasanya gelisah dan ” terlipat ” (dengan paha dalam posisi fleksi ) atau berjalan membungkuk, sering memegang sisi kanan.
Jawab : Pada sebagian besar anak, pangkal apendiks terletak dibawah titik Mc Burney, sehingga kalau meradang akan merangsang peritoneum setempat. Pada keadaan malrotasi usus, apendiks dapat ditemukan di tempat lain dalam rongga peritoneum sesuai dengan letak sekum yang tidak mencapai fosa iliaka dekstra. Apendiks pada anak lebih panjang dan lebih halus dibandingkan pada orang dewasa, karena itu mudah terjadi perforasi. .Pada anak-anak omentum belum berkembang dengan sempurna, sehingga kurang efektif untuk mengatasi infeksi, hal ini akan mengakibatkan apendiks cepat mengalami komplikasi . Omentum mayus pendek dan tipis sehingga tidak menjadi pertahanan yang baik kalau terjadi perforasi. Perforasi pada apendiks anak akan segera diikuti dengan peritonitis generalisata. Terjadinya apendisitis dimulai dengan penyumbatan lumen apendiks. Penyumbatan ini menyebabkan edema, bendungan vena dan meningkatnya tekanan dalam lumen apendiks. Kemudian terjadi invasi kuman pada selaput lendir apendiks sehingga terjadi ulkus yang disusul perforasi. Pada neonatus apendicitis terjadi karena obstruksi pada bagian distal kolon yang diteruskan ke dalam lumen apandiks
Jawab :
Terjadinya fekolit berhubungan langsung dengan diet yang mengandung residu rendah. Sehingga untuk diet harus mengandung residu tinggi supaya tidak terjadi apendisitis. Fekalit merupakan penyebab terjadinya obstruksi lumen apendiks pada 20% anak-anak dengan apendisitis, terjadinya fekalit berhubungan dengan diet rendah serat. Sekresi mukosa yang terkumpul selama adanya obstruksi lumen apendiks menyebabkan distensi lumen akut sehingga akan terjadi kenaikkan tekanan intraluminer dan sebagai akibatnya terjadi obstruksi arterial serta iskemia. Akibat dari keadaan tersebut akan terjadi ulserasi mukosa sampai kerusakan seluruh lapisan dinding apendiks , lebih lanjut akan terjadi perpindahan kuman dari lumen masuk kedalam submukosa. Dengan adanya kuman dalam submukosa maka tubuh akan bereaksi berupa peradangan supurativa yang menghasilkan pus, keluarnya pus dari dinding yang masuk ke dalam lumen apendiks akan mengakibatkan tekanan intraluminer akan semakin meningkat, sehingga desakan pada dinding apendiks
Jawab : adanya sakit perut yang menjadi gejala utama pada apendisitis akut dan bermula di daerah sekitar umbilikus yang kemudian setelah beberapa jam akan berpindah ke daerah perut kanan bawah. Biasanya diikuti dengan muntah – muntah,dan kalau sudah terjadi ileus paralitik maka biasanya muntah – muntahnya mengandung empedu. Suhu tubuh meningkat secara berangsur –angsur tergantung dari lamanya penyakit.
Jawab : iritabilitas, muntaj dan distensi abdomen , sering dengan kelebihan leukosit di dalam urin namun bentuk penting pada beberapa bayi adalah edema dinding abdomen, sering terlokalisasi di ‘flank’ kanan, kadang – kadang dengan eritema.
Jawab : pada palpasi dapat dirasakan adanya perbedaan tegangan otot antara kedua sisi abdomen. Tangan harus dihangatkan dahulu karena tangan yang dingin akan merangsang dinding perut untuk berkontraksi sehingga sukar menilai keadaan intraperitoneal. Dan setelah itu lakukan palpasi . lokalisasi nyeri tekan mungkin sulit ditentukan, tetapi pendapat tentang apakah nyerinya lebih terasa pada sisi kanan atau sisi kiri dapat diketahui dengan memperhatikan ekspresi si anak ketika melakukan palpasi tiap area, dan dengan memperhatikan spasme involunter otot – otot abdomen. Kebanyakan anak cenderung memfleksi paha kanan dengan tujuan mengurangi spasme dari muskulus psoas.
Jawab : pada anak dengan keluhan dan pemeriksaan fisik yang karakteristiknya apendisitis akut, akan ditemukan pemeriksaan darah adanya leukositosis 11000 – 14000 / mm3, dan disertai dengan adanya pergeseran seri neutrofil ke kiri. urinalisis yang teliti harus dilakukan untuk menyingkirkan infeksi ginjal atau kandung kemih.
Jawab : ini berhubungan dengan dinding apendiks yang lebih tipis dan omentum mayus yang berkembang belum sempurna dibanding anak yang lebih besar
Pada anak di bawah umur 8 tahun mempunyai angka perforasi dua kali lebih besar daripada anak yang lebih besar. Sedang insidensi perforasi apendiks pada anak di bawah umur 10 tahun sebesar 50%. Perforasi apendiks paling sering terjadi di distal obstruksi lumen apendiks sepanjang tepi antimesenterium Pada 2-6% penderita dengan apendisitis menunjukkan adanya massa di kuadran kanan bawah pada pemeriksaan fisik. Hal ini menunjukkan adanya inflamasi abses yang terfiksasi dan berbatasan dengan apendiks yang mengalami inflamasi
Jawab : diagnosa banding meliputi adenitis mesentrika, pielitis, sistitis, pneumonitis, gastroenteritis, peritonitis, konstipasi, divertikulitis Meckeli, dan awitan mendadak penyakit usus inflamasi ( terutama ileitis, ileokolitis crohn).
Jawab : kesalahan membuat diagnosa dapat terjadi karena kadang apendiks terletak pada tempat yang bukan tempat biasanya pada daerah perut kanan bawah, pada anak prasekolah anak punya anamnesa yang tidak karakteristik dan sukar diperiksa. Kesalahan lain sering terjadi karena diagnosa dibuat pertelepon tanpa memeriksa penderita.
Jaawab : pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui letak apendiks yang meradang. Uji psoas dilakukan dengan rangsangan otot psoas lewat hiperektensi sendi panggul kanan atau fleksi aktif sendi panggul kanan, kemudian paha kanan ditahan. Bila appendiks yang meradang menempel di m. psoas mayor, maka tindakan tersebut akan menimbulkan nyeri. Sedangkan pada uji obturator dilakukan gerakan fleksi dan endorotasi sendi panggul pada posisi terlentang. Bila apendiks yang meradang kontak dengan m.obturator internus yang merupakan dinding panggul kecil, maka tindakan ini akan menimbulkan nyeri. Pemeriksaan ini dilakukan pada apendisitis pelvika.
Jawab Komplikasi yang sering ditemukan adalah infeksi, perforasi, abses intra abdominal/pelvis, sepsis, syok, dehisensi, Peritonitis generalisata karena ruptur appendiks, Abses hati Septi kemia
Jawab : penderita anak perlu cairan parenteral untuk mengoreksi dehidrasi yang ringan. Pipa nasogastrik dipasang untuk mengosongkan lambung untuk mengurangi bahaya muntah pada waktu induksi anastesi. Pembedahannya adalah dengan apendoktomi. Apendoktomi dapat dicapai dengan membuka perut melalui insisi Mc Burney.
Jawab : pipa naso – gastric dipasang untuk mengosongkan lambung agar mengurangi perut kembung dan mencegah muntah. Kalau anak dalam keadaan syok hipovalemik maka diberikan cairan ringer laktat 20 ml/ kg BB dalam larutan glukosa 5% secara bolus, kemudian diikuti dengan pemberian plasma atau darah sesuai indikasi.setelah pemberian bolus cairan sebaiknya dievaluasi kembali kebutuhan dan kekurangan cairan. Antibiotika berspektrum luas diberikan secepatnya sebelum ada biakan kuman. Pada kasus ini apendoktomi dapat dicapai melalui laparotomi
Jawab :
Page optimized by WP Minify WordPress Plugin