Dokter Bedah Malang

Pusat informasi dan edukasi penanganan bedah

Lidah Buaya Penjinak Luka Kencing Gula

Gel Aloe vera mampu menggantikan peran insulin.
Merangsang tubuh menghasilkan zat-zat untuk menyenbuhkan cedera pada penderita diabetes.

Jangan meremehkan tanaman lidah buaya (aloe vera)! Tumbuhan berdaun tebal dengan gerigi berduri di setiap sisinya itu ternyata tidak sekedar berfungsi mentuburkan rambut, sebagaimana dikenal luas oleh masyarakat selama ini. Getah atau lendir daun lidah buaya ternyata juga berguna menyembuhkan luka pada penderita kencing manis atau diabetes
melitus.

Adalah Adeodatus Yuda Handaya yang menemukan manfaat teranyar gel lidah buaya ini bagi dunia kedokteran.Temuan yang didapat lewat penelitian  ini mengantarkan Yuda meraih gelar doktor di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang, pada Januari lalu. Dia berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Peran Aloe Gl Terhadap Ekpresi VEGF dan eNOS sebagai Aktivator Peyembuhan Luka  Melalui Rasio EPC/CEC pada Diabetes Melitus”. Atau bahasa sederhananya, terapi herbal lidah buaya untuk penyembuhan luka ulkus diabetes.
Ulkus adalah luka terbuka pada permukaan kulit yang disertai kematian jaringan yang meluas karena kuman. Luka pada kaki yang disebut kaki diabetik itu merupakan suatu komplikasi yang bisa terjadi pada penderita kencing gula. Ulkus terjadi karena pembuluh darah menyempit dan kadar gula yang berlebih pada jaringan. Kandungan gula itu menjadi media yang baik bagi berkembangnya kuman.

Kuman membuat luka semakin lebar, membusuk , dan sulit sembuh. Ulkus timbul di daerah yang sering mendapat tekanan, biasanya telapak kaki,. Berbentuk bulat, berdiameter lebih dari 1 sentimeter. Jika tidak ditangani dengan baik, luka kaki diabetik tidak jarang berakhir di meja bedah. Kadang-kadang menyebabkan kematian. Kaki diabetik terjadi pada lebih-kurang 15% dari semua pasien diabetes melitus, dengan resiko kambuh dalam lima tahun sebesar 70%. data lain menunjukkan, 84% penderita kaki diabetik berakhir dengan amputasi kaki. Kondisi inilah yang membuat Yuda tergerak meneliti tanaman obat untuk luka kencing gula. Dia memilih. lidah buaya

Diantara kelebihan lidah adalah mudah tumbuh dan berkembang di Indonesia atau wilayah tropis lainnya. Tanaman ini biasa dipakai di masyarakat sebagai penyubur rambut atau mengobati luka secara umum. Namun manfaat lidah buaya untuk luka kaki diabetik yang berkaitan perannya dalam perbaikan kerusakan pembuluh darah sangat jarang atau belum diteliti. dalam gel Lidah buaya terdapat ratusan bahan aktif. salah satunya adalah acemannan yang bersifat anti-kuman sehingga mempercepat menyembuhkan luka. Acemanan juga mampu merangsang serapan oksigen, sehingga meningkatkan angiogenesis (perbaikan pembuluh darah). Salah satu  penyebab luka menjalar pada kaki kencing gula adalah rusaknya pembuluh darah, baik mikro maupun makro, yang menyebabkan nutrisi dan komponen penyebuhan lainnya tidak bisa sampai secara efektif pada luka. Lewat peran acemannan  yang memperbaiki pembuluh darah, nutrisi penyembuh luka menjadi lebih efektif. Zat itu juga meningkatkan sintesis kolagen diarea luka. Kolagen adalah salah satu protein yang menyusun tubuh manusia. Dengan  demikian, luka akan mudah sembuh dengan kehadiran kolagen itu. Acemannan memiliki kemampuan mencegah atau membatalkan infeksi virus. Berdasarkan penelitian, acemannan  juga sanggup menghambat perkembangan HIV–virus penyebab AIDS. Gel lidah buaya pun mengandung aloin dan enzim(amilase, lipase) yang memiliki efek dalam melawan kelebihan  gula darah. Gel lidah buaya bahkan mampu memaksimalkan oksidasi glukosa intraseluler, sehingga kelebihan glukosa dalam darah dapat digunakan secara maksimal oleh sel melalui respirasi aerobik, yang akan menjadi penyedia energi utama dalam tubuh.

Untuk membuat ekstrak lidah buaya, Yuda menjelaskan, daun lidah buaya dibersihkan dengan anti-kuman tak beracun  , lalu ditiriskan getahnya. kemudian diambil kandungan gelnya dan dibuat jus. Jus lidah buaya ini didiamkan beberapa jam untuk pengendapan pada suhu tertentu. Endapan yang terbentuk  dipisahkan dari larutan nya menggunakan saringan pengisap. Selanjutnya endapan itu dikeringkan dengan oven(vacuum dryer). Pada suhu 50 derajat celcius sehingga menjadi serbuk. “ itu cara sederhananya.  Jika sudah masuk pabrikan, prosesnya akan lebih canggih,” kata dokter spesialis bedah itu.

Dalam percoban, Yuda menggunakan model tikus Norwegia (Rattus norvegicus). Dia membaginya menjadi kelompok normal kontrol negatif (non-diabetes), diabetes kontrol positif, dan kelompok diabetes perlakuan atau diberi gel lidah buaya. kelompok yang diberi gel dibagi menjadi tiga kelompok, dosis 30 miligram per hari,  (mg/hari), 60 mg/hari, dan 120 mg/hari.

dalam percobaan yang dilakukan adalah memeriksa penyembuhan luka dengan mengamati dan mngukur area luka. Menentukan ekspresi vascular endhotelial growth factor (VEGF). VEGF adalah protein sinyal yang dihasilkan sel yang merangsang terbentuknya pembuluh darah baru dan memperbaiki pembuluh darah yang telah ada. Fungsi normal VEGF adalah meciptakan pembuluh darah baru embrio dan setelah cedera.

Juga mengalisis eNOS(endhotel  nitrit oxide sytbase) pada jaringan epitel. endhotel  nitrit oxide sytbase adalah keluarga enzim yang menganalisis produksi nitrat oksida (NO). NO adalah molekul yang penting dalam proses biologi. Misalnya mengontrol tekanan darah, sekresi insulin dan nada saluran napas, serta pertumbuhan pembuluh darah  baru dan pengembangan sistem, saraf. NO pun sangat erat kaitannya dengan mekanisme pertahanan tubuh dan imunitas.

Penelitian ini juga menghitung jumlah endothelial progenitor cell (EPC), yakni populasi sel langka yang beredar dalam darah dengan kemampuan untuk menurun menjadi sel endotel, sel-sel yang membetuk lapisan pembuluh darah. semua itu dilakukan setelah 14 hari pembuatan luka. Yuda menjelaskan hasil penelitian menunjukkan , aloe gel memiliki efek memas imunitas, menyeimbangkan glukosa darah, dan meminimalisasi nyeri.   Pada kelompok hewan yang diberi aloe gel, tampak pengikatan diameter  arteri yang menuju kondisi normal.

Setelah melakukan penelitian panjang, sekitar tiga tahun, Yuda menyimpulkan, aloe gel berperan dalam meningkatkan penyembuhan luka dengan merangsang ekspresi VEGF dan eNOS, meningkatkan jumlah EPC, sehingga meningkatkan penyembuhan luka pada diabetes. dari penelitianya itu, dia berharap, paramedis dapat menentukan langkah terapi yang tepat untuk penderita kencing gula. Sehingga tidak memperburuk dan mengarah pada meja bedah (amputasi). Penelitian Yuda itu mendapat apresiasi tinggi dari ahli diabetes Prof. Dr. Askandar  Tjokroprawiro. Dia menilai, penelitia ini merupakan hal baru. “Ini  menambah perbendaharaan obat,” kata ketua Pusat Diabetes dan Nutrisi RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, itu.

Hal baru dari penelitian dari penelitian itu, gel lidah buaya mampu mengaktifkan VEGF, yang merupakan komponen penghasil EPC. Kemudian EPC dikumpulkan untuk menyembuhkan luka. pada penderita kencing manis, VEGF maupun EPC menurun. Mengaktifkan  VEGF maupun EPC bisa dengan insulin, “Zat yang terkandung dalam aloe vera memiliki fungsi yang sama dengan insulin ,” kata dosen penguji disertasi Yuda itu.

Sumber:

Pusat Pelayanan Bedah

Nama Anda (dibutuhkan)

Email Anda (dibutuhkan)

Subjek

Pesan Anda

Upload Foto

Validation
captcha

Comments are closed.