| QUESTION | ANSWER | |
| Penyakit yang menyerang sel dari sistem limfatik, yang dikenal sebagai sel darah putih, atau limfosit. Referensi lain mengatakan, suatu keganasan primer jaringan limfoid yang bersifat padat.
| |
| Limfosit mulai berperilaku seperti sel kanker dan tumbuh serta berlipat ganda secara tidak terkontrol, dan tidak mati seperti pada proses yang seharusnya. Karena hal ini, limfoma non Hodgkin sering disebut sebagai kanker. | |
| Kumpulan limphosit yang abnormal. | |
| Penyebab pasti limfoma non Hodgkin tidak diketahui. Terdapat beberapa faktor risiko yang diketahui tetapi, walaupun demikian, faktor-faktor risiko ini tidak diperhitungkan melebihi bagian kecil dari jumlah seluruh kasus limfoma non Hodgkin. Pada kebanyakan pasien dengan limfoma non Hodgkin, tidak ada penyebab penyakit yang dapat ditemukan. Lebih jauh lagi, banyak orang yang terpapar pada salah satu faktor risiko yang diketahui tidak menderita limfoma non Hodgkin. | |
| Yaitu: a) Beberapa jenis infeksi b) Diseases and medications that cause weakening of the sistim kekebalan (imunosupresi). c) Usia.(WHO: J Ferlay, F Bray, P Pisani, DM Parkin; GLOBOCAN 2000.) | |
|
| |
| Orang dengan imunosupresi, dimana sistim pertahanannya menurun, menghadapi peningkatan risiko terserang limfoma non Hodgkin. Hal ini mungkin karena kontrol multiplikasi sel B tergantung pada fungsi normal sel T. Jika fungsi sel T menjadi abnormal, seperti pada kasus orang dengan imunosupresi, sel B dapat berlipat ganda melalui suatu cara yang tidak terkontrol, meningkatkan peluang untuk terserang penyakit limfatik ini. | |
| Ada 2klasifikasi besar penyakit ini yaitu?
| |
| Limfoma non Hodgkin agresif kadangkala dikenal sebagai limfoma non Hodgkin tumbuh cepat atau level tinggi.karena sesuai dengan namanya, limfoma non Hodgkin agresif ini tumbuh dengan cepat. Meskipun nama ‘agresif’ kedengarannya sangat menakutkan, limfoma ini sering memberikan respon sangat baik terhadap pengobatan. Meskipun pasien yang penyakitnya tidak berespon baik terhadap standar pengobatan lini pertama, sering berhasil baik dengan kemoterapi dan transplantasi sel induk. Pada kenyataannya, limfoma non Hodgkin agresif lebih mungkin mengalami kesembuhan total daripada limfoma non Hodgkin indolen. | |
| 10. Apakah yang disebut dengan limfoma non Hodgkin indolen? | Limfoma non Hodgkin indolen kadang-kadang dikenal sebagai limfoma non Hodgkin tumbuh lambat atau level rendah. Sesuai dengan namanya, limfoma non Hodgkin indolen tumbuh hanya sangat lambat. Secara tipikal ia pada awalnya tidak menimbulkan gejala, dan mereka sering tetap tidak terditeksi untuk beberapa saat. Tentunya, mereka sering ditemukan secara kebetulan, seperti ketika pasien mengunjungi dokter untuk sebab lainnya. Dalam hal ini, dokter mungkin menemukan pembesaran kelenjar getah bening pada pemeriksaan fisik rutin. Kadangkala, suatu pemeriksaan, seperti pemeriksaan darah, atau suatu sinar-X, dada, mungkin menunjukkan sesuatu yang abnormal, kemudian diperiksa lebih lanjut dan ditemukan terjadi akibat limfoma non Hodgkin. Gejala yang paling sering adalah pembesaran kelenjar getah bening, yang kelihatan sebagai benjolan, biasanya di leher, ketiak dan lipat paha. Pada saat diagnosis pasien juga mungkin mempunyai gejala lain dari limfoma non Hodgkin. Karena limfoma non Hodgkin indolen tumbuh lambat dan sering tanpa menyebabkan stadium banyak diantaranya sudah dalam stadium lanjut saat pertama terdiagnosis. | |
| 11. Dalam penentuan diagnose LNH di klasifikasikan perlu adanya penentuan yang jelas sejauh mana penyakit ini menyebar. Ada berapa stadium yang ditentukan pada LNH? | Sistim stadium yang paling umum yang menggunakan empat stadium, dengan penomoran angka Romawi I-IV. Dalam bentuknya yang paling sederhana, stadium I dan II sering dikelompokkan bersama sebagai stadium awal penyakit, sementara stadium III dan IV dikelompokkan bersama sebagai stadium lanjut. | |
| 12. Jelaskan point per stadium? |
| |
| 13. Ada banyak jenis limfoma, baik yang agresif maupun yang indolen namun untuk menentukan jenis limfoma, dibutuhakan biopsy atau sampel untuk pemeriksaan. Criteria apakah yang ditentukan: | Jenis limfoma non Hodgkin ditentukan oleh : | |
| 14. Apa sajakah pemeriksaan yang dilakukan dalam menentukan diagnose dan stadium LNH? | Riwayat penyakit pasien, pemeriksaan fisik, penentuan stadium juga memerlukan pemeriksaan seperti sinar-X, CT scan, PET scan, biopsi sumsum tulang dan pemeriksaan darah. | |
| 15. Mengapa pemeriksaan diagnostik sangat penting untuk menegakkan diagnosis limfoma non Hodgkin? | Semua gejala yang dapat disebabkan oleh limfoma non Hodgkin juga dapat ditimbulkan oleh penyakit lain. Dengan kata lain, tidak ada satu gejala yang dapat digunakan untuk menjamin adanya limfoma non Hodgkin. | |
| 16. Apakah gejala umum pada LNH? | Gejala paling umum dari limfoma non Hodgkin pada saat didiagnosis adalah pembengkakan kelenjar getah bening, terdapat gejala lainnya. Termasuk :
Gejala konstitusional adalah gejala-gejala yang tidak spesifik yang mengindikasikan seseorang tidak sehat. Gejala konstitusional yang sering timbul pada limfoma non Hodgkin termasuk:
Gejala umum lainnya yang akan dialami oleh orang dengan limfoma non Hodgkin meliputi :
| |
| 17. Apakah gejala yang timbul pada LNH indolen? | Ketika timbul, gejala, dapat dibagi ke dalam empat kelompok besar :
| |
| 18. Jelaskan komplikasi yang dapat ditimbulkan penyakit LNH? | Komplikasi dapat terjadi pada LNH yang sudah mencapai stadium IV , penyebaran Limfoma selain pada kelenjar getah bening setidaknya pada satu organ lain juga seperti sumsum tulang, hati, paru-paru, atau otak.
| |
| 19. Sebutkan diagnosis banding dari LNH? |
Penyakit hodgkin adalah suatu jenis keganasan sistem kelenjar getah bening dengan gambaran histologis yang khas. Ciri histologis yang dianggap khas adalah adanya sel Reed-Sternberg atau variannya yang disebut sel Hodgkin dan gambaran selular getah bening yang khas. b. Limfadenitis Tuberkulosa Merupakan salah satu sebab pembesaran kelenjar limfe yang paling sering ditemukan. Biasanya mengenai kelenjar limfe leher, berasal dari mulut dan tenggorok (tonsil). Mula-mula kelenjar-kelenjar keras dan tidak saling melekat, tetapi kemudian karena terdapat periadenitis, terjadi perlekatan-perlekatan | |
| 20. Bagaimana penatalaksanaan terapi LNH? | Digolongkan menjadi 3 terapi yang dapat dilakukan, biasanya melalui pendekatan multidisiplin. Terapi yang dapat dilakukan adalah: 1. Derajat Keganasan Rendah (DKR)/indolen: Pada prinsipnya simtomatik - Kemoterapi: obat tunggal atau ganda (per oral), jika dianggap perlu: COP (Cyclophosphamide, Oncovin, dan Prednisone) - Radioterapi: LNH sangat radiosensitif. Radioterapi ini dapat dilakukan untuk lokal dan paliatif. Radioterapi: Low Dose TOI + Involved Field Ra- diotherapy saja. 2. Derajat Keganasan Mengah (DKM)/agresif limphoma - Stadium I: Kemoterapi (CHOP/CHVMP/BU)+radioterapi CHOP (Cyclophosphamide, Hydroxydouhomycin, Oncovin, Prednisone) - Stadium II – IV: kemoterapi parenteral kombinasi, radioterapi berperan untuk tujuan paliasi. 3. Derajat Keganasan Tinggi (DKT) DKT Limfoblastik (LNH-Limfoblastik) - Selalu diberikan pengobatan seperti Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) - Re-evaluasi hasil pengobatan dilakukan pada: 1. setelah siklus kemoterapi ke-empat 2. setelah siklus pengobatan lengkap | |
| 21. Secara umum pengobatan apakah yang dapat dilakukan? | Kemoterapi, Terapi antibodi monoklonal, Terapi Radiasi, Transplantasi, Pembedahan, Terapi eksperimental, atau Penatalaksanaan gejala. | |
Related posts:







