Dokter Bedah Malang
  1. Apa yang dimaksud dengan hernia inguinalis lateralis?
    Jawaban :
    Hernia inguinalis lateralis adalah hernia inguinal yang meninggalkan abdomen melalui annulus inguinalis profundus dan bergerak kebawah secara oblik melalui kanalis inguinalis di lateral arteri epigastrika inferior.
  2. Faktor-faktor apa saja yang memnyebabkan terjadinya hernia ingunalis lateralis?
    Jawaban :
    Faktor-faktor yang meyebabkan terjadinya hernia inguinalis lateralis:
    a)      Prosesus vaginalis yang persisten
    b)      Peninggian tekanan dalam rongga perut (seperti batuk kronik, hipertrofi prostat, konstipasi, kehamilan)
    c)      Kelemahan otot dinding perut (karena usia, kerusakan norvus ileoinguinalis dan nervus ileofemoralis setelah apendiktomi)
  3. Apa gejala klinis pada pasien hernia inguinalis lateralis?
    Jawaban :
    a)      Timbul benjolan di lipat paha saat berdiri, batuk, bersin atau mengedan dan hilang saat berbaring
    b)      Nyeri disertai mual muntah pada keadaan inkarserasi atau strangulasi
  4. Bagaiman diagnosis banding hernia inguinalis lateralis?
    Jawaban :
    Diagnosis banding hernia inguinalis lateralis mencakup massa lain dalam lipat paha seperti limfadenopati, varikokel, testis yang tidak turun, lipoma dan hematoma.
  5. Bagaimana cara teknik reposisi secara manual yang efektif digunakan pada pasien hernia inguinalis lateralis?
    Jawaban :
    Dengan memberikan tekanan lembut pada massa hernia ke arah annulus inguinalis biasanya dengan pasien dalam posisi kepala lebih rendah (Trendelenburg).
  6. Bagaimana pemeriksaan fisik pada hernia inguinalis lateralis?
    Jawaban :
    Pertama dilakukan inspeksi pada lipat paha. Kemudian, jari telunjuk ditempatkan pada sisi lateral kulit skrotum dan dimasukan sepanjang funikulus spermatikus sampai ujung jari mencapai annulus inguinalis profundus. Jika jari tangan pemeriksa didalam kanalis inguinalis maka hernia inguinalis lateralis maju menuruni kanalis pada samping jari tangan.
  7. Sebutkan 2 cara pemeriksaan fisik pada hernia inguinalis lateralis?
    Jawaban :
    a)      Finger Test
    b)      Thumb Test
  8. Bagaimana finger test dilakukan pada hernia inguinalis lateralis?
    Jawaban :
    Jari telunjuk dimasukkan melalui annulus eksternus pada kanalis inguinalis, kearah annulus internus lalu pasien disuruh mengejan, jika ada pendesakan yg dirasakan pada ujung jari maka pasien tersebut mengidap penyakit hernia inguinalis lateralis.
  9. Bagaimana thumb test dilakukan pada hernia inguinalis leteralis?
    Jawaban :
    Ibu jari ditutupkan pd annulus internus (pertengahan antara spina iliaca anterior superior  dan tuberkulum pubicum, + 2 cm diatasnya). Jika benjolan tidak keluar saat penderita mengejan maka pasien tersebut mengidap penyakit hernia inuinalis lateralis.
  10. Apa penyebab hernia inguinalis lateralis menyerang bayi dan anak-anak?
    Jawaban :
    Hernia inguinalis menyerang bayi dan anak-anak karena kelainan bawaan berupa tidak menutupnya prosesus vaginalis.
  11. Bagaimana patofisiologis dari hernia ingunalis lateralis?
    Jawaban :
    Hernia inguinalis lateralis keluar dari rongga peritoneum melalui annulus internus, lalu masuk kanalis inguinalis, dan keluar melalui annulus inguinalis eksternus.
  12. Sebutkan ciri-ciri hernia inguinalis lateralis?
    Jawaban :
    Ciri-ciri hernia ingunalis lateralis yaitu:
    a)  Bentuk elips
    b)  Isi tidak mudah masuk
    c)  Sering inkarserata
    d)  Tumb test : hernia tidak keluar
    e)  Finger test : teraba di ujung
    f)  Defek : Annulus internus
  13. Mengapa pada hernia ingunalis lateralis insisi kulit harus ditentukan tempatnya dengan tepat?
    Jawaban :
    Karena untuk mencegah cedera pada nervus iliohipogastrikus dan ilionguinalis, yang penting dalam persarafan kulit pada kulit abdomen bawah, penis dan skrotum.
  14. Bagaimana prosedur operasi yang dilakukan pada pasien hernia inguinalis lateralis?
    Jawaban :
    Prosedur-prosedur yang digunakan pada operasi hernia inguinalis lateralis meliputi:
    a)      Herniotomi : pengangkatan kantong hernia ; isinya dikembalikan lagi ke abdomen ; lapisan otot dan fasia dijahit ; dapat dilakukan melalui leparoskopi pada pasien rawat jalan.
    b)      Hernioplasti : melibatkan penjahitan penguatan, untuk memperbaiki hernia yang meluas.
    c)      Reseksi usus untuk usu yang iskemik bersamaan dengan perbaikan hernia pada hernia terstrangulasi.
  15. Bagaiman prinsip operasi hernioplastik?
    Jawaban :
    Pada hernioplastik dilakukan tindakan memeperkecil annulus inguinalis internus dan memperkuat dinding belakang kanalis inguinalis.
  16. Apa perbedaan operasi metode Bassini dan metode Mc Vay?
    Jawaban :
    a)  Metode Bassini : menjahit conjoint tendon (pertemuan muskulus tranversus internus abdomen dan muskulus obliqus internus abdomen) ke ligament inguinale Poupart
    b) Metode Mc Vay : menjahit fasia tranversa, muskulus transversus abdomen dan muskulus obliqus Internus ke ligament Cooper.
  17. Apa tujuan tindakan Bassini pada hernia inguinalis lateralis?
    Jawaban:
    Tujuan tindakan Bassini adalah untuk merapatkan conjoined tendon muskulus transversus abdominis dan obliqus internus ke ligamentum inguinale.
  18. Sebutkan 2 komponen primer yang menandai tindakan shouldice?
    Jawaban :
    a)      Melibatkan teknik yang digunakan pada annulus inguinalis profundus dan disertai dengan koreksi hernia inguinalis indirek
    b)      Mempertimbangkan penggunaan dinding inguinalis posterior serta merupakan tujuan utama dalam pengobatan hernia inguinalis indirek.
  19. Apa penyebab terjadinya komplikasi pada pasien setelah menjalani herniorafi inguinalis?
    Jawaban :
    Komplikasi terjadi karena penempatan jahitan yang kurang hati-hati pada pembuluh darah iliaka eksterna atau femoralis.
  20. Apa akibat jika nervus ilioinguinalis dan iliohypogastrikus mengalami cedera pada pasien hernia inguinalis lateralis?
    Jawaban:
    Jika mengalami cedera maka mengakibatkan perasaan baal dan parestesi di atas daerah kulit.
  21. Apa akibat jika arteria spermatika mengalami kerusakan pada pasien hernia inguinalis lateralis?
    Jawaban:
    Jika mengalami kerusakan maka dapat mengakibatkan orkitis iskemik dan atrofi testis.

 

Gejala: Gejala awalnya sering hanya menangis dan tidak mau makan. Seringkali anak tidak bisa menjelaskan rasa nyerinya. Dan beberapa jam kemudian akan terjadi muntah- muntah dan anak menjadi lemah dan letargik. Karena ketidakjelasan gejala ini, sering apendisitis diketahui setelah perforasi. Begitupun pada bayi, 80-90 % apendisitis baru diketahui setelah terjadi perforasi.

 

Nyeri perumbilikus akut atau nyeri abdomen menyeluruh biasanya konstan. Sesudah 1-5 jam, nyeri berkemih atau rasa kebelet dapat terjadi jika apendiks terletak dekat kandung kemih atau ureter. Muntah biasanya terjadi hanya sesudah nyeri yang berkepanjangan. Konstipasi sering terjadi, tetapi diare hanya kadang – kadang dijimpai

  1. Apa gejala – gejala bila letak apendiks retrosekal retroperitoneal, yaitu di belakang sekum (terlindung oleh sekum)?

Jawab : tanda nyeri perut kanan bawah tidak begitu jelas dan tidak ada tanda rangsangan peritoneal. Rasa nyeri lebih kearah perut kanan atau nyeri timbul pada saat melakukan gerakan seperti berjalan, bernapas dalam, batuk, dan mengedan. Nyeri ini timbul karena adanya kontraksi m.psoas mayor yang menegang dari dorsal.

  1. Apa tanda – tanda dari apendisitis anak ?

Jawab :

Tanda : Demam subfebril, bervariasi antara 37,8 sampai 38, 4 C ( 100 sampai 101,6F), atau mungkin tanpa demam pada awal perjalanan penyakit. Demam yang sangat tinggi menunjukkan adanya perforasi apendiks, disertai peritonitis, atau adanya enteritis bakteri yang bersamaan, terutama jika disertai diare. Anak biasanya gelisah dan ” terlipat ” (dengan paha dalam posisi fleksi ) atau berjalan membungkuk, sering memegang sisi kanan.

  1. Bagaimana patologi dari apendisitis anak?

Jawab : Pada sebagian besar anak, pangkal apendiks terletak dibawah titik Mc Burney, sehingga kalau meradang akan merangsang peritoneum setempat. Pada keadaan malrotasi usus, apendiks dapat ditemukan di tempat lain dalam rongga peritoneum sesuai dengan letak sekum yang tidak mencapai fosa iliaka dekstra. Apendiks pada anak lebih panjang dan lebih halus dibandingkan pada orang dewasa, karena itu mudah terjadi perforasi. .Pada anak-anak omentum belum berkembang dengan sempurna, sehingga kurang efektif untuk mengatasi infeksi, hal ini akan mengakibatkan apendiks cepat mengalami komplikasi . Omentum mayus pendek dan tipis sehingga tidak menjadi pertahanan yang baik kalau terjadi perforasi. Perforasi pada apendiks anak akan segera diikuti dengan peritonitis generalisata. Terjadinya apendisitis dimulai dengan penyumbatan lumen apendiks. Penyumbatan ini menyebabkan edema, bendungan vena dan meningkatnya tekanan dalam lumen apendiks. Kemudian terjadi invasi kuman pada selaput lendir apendiks sehingga terjadi ulkus yang disusul perforasi. Pada neonatus apendicitis terjadi karena obstruksi pada bagian distal kolon yang diteruskan ke dalam lumen apandiks

  1. Bagaimana dengan kasus apendisitis yang disebabkan obstruksi karena fekolit?

Jawab :

Terjadinya fekolit berhubungan langsung dengan diet yang mengandung residu rendah. Sehingga untuk diet harus mengandung residu tinggi supaya tidak terjadi apendisitis. Fekalit merupakan penyebab terjadinya obstruksi lumen apendiks pada  20% anak-anak dengan apendisitis, terjadinya fekalit berhubungan dengan diet rendah serat. Sekresi mukosa yang terkumpul selama adanya obstruksi lumen apendiks menyebabkan distensi lumen akut sehingga akan terjadi kenaikkan tekanan intraluminer dan sebagai akibatnya terjadi obstruksi arterial serta iskemia. Akibat dari keadaan tersebut akan terjadi ulserasi mukosa sampai kerusakan seluruh lapisan dinding apendiks , lebih lanjut akan terjadi perpindahan kuman dari lumen masuk kedalam submukosa. Dengan adanya kuman dalam submukosa maka tubuh akan bereaksi berupa peradangan supurativa yang menghasilkan pus, keluarnya pus dari dinding yang masuk ke dalam lumen apendiks akan mengakibatkan tekanan intraluminer akan semakin meningkat, sehingga desakan pada dinding apendiks

  1. Sebutkan diagnosa apendisitis pada anak!

Jawab : adanya sakit perut yang menjadi gejala utama pada apendisitis akut dan bermula di daerah sekitar umbilikus yang kemudian setelah beberapa jam akan berpindah ke daerah perut kanan bawah. Biasanya diikuti dengan muntah – muntah,dan kalau sudah terjadi ileus paralitik maka biasanya muntah – muntahnya mengandung empedu. Suhu tubuh meningkat secara berangsur –angsur tergantung dari lamanya penyakit.

  1. Bagaimana diagnosis akut pada neonatus?

Jawab : iritabilitas, muntaj dan distensi abdomen , sering dengan kelebihan leukosit di dalam urin namun bentuk penting pada beberapa bayi adalah edema dinding abdomen, sering terlokalisasi di ‘flank’ kanan, kadang – kadang dengan eritema.

  1. Bagaimana cara pemeriksaan fisik pada anak yang mengalami apendisitis?

Jawab : pada palpasi dapat dirasakan adanya perbedaan tegangan otot antara kedua sisi abdomen. Tangan harus dihangatkan dahulu karena tangan yang dingin akan merangsang dinding perut untuk berkontraksi sehingga sukar menilai keadaan intraperitoneal. Dan setelah itu lakukan palpasi . lokalisasi nyeri tekan mungkin sulit ditentukan, tetapi pendapat tentang apakah nyerinya lebih terasa pada sisi kanan atau sisi kiri dapat diketahui dengan memperhatikan ekspresi si anak ketika melakukan palpasi tiap area, dan dengan memperhatikan spasme involunter otot – otot abdomen. Kebanyakan anak cenderung memfleksi paha kanan dengan tujuan mengurangi spasme dari muskulus psoas.

  1. Apa tes laboratotium yang menunjukkan jika anak terkena apendisitis?

Jawab : pada anak dengan keluhan dan pemeriksaan fisik yang karakteristiknya apendisitis akut, akan ditemukan pemeriksaan darah adanya leukositosis 11000 – 14000 / mm3, dan disertai dengan adanya pergeseran seri neutrofil ke kiri. urinalisis yang teliti harus dilakukan untuk menyingkirkan infeksi ginjal atau kandung kemih.

  1. Mengapa insidensi perforasi apendiks pada anak di bawah umur 6 tahun lebih besar?

Jawab : ini berhubungan dengan dinding apendiks yang lebih tipis dan omentum mayus yang berkembang belum sempurna dibanding anak yang lebih besar

Pada anak di bawah umur 8 tahun mempunyai angka perforasi dua kali lebih besar daripada anak yang lebih besar. Sedang insidensi perforasi apendiks  pada anak di bawah umur 10 tahun sebesar 50%. Perforasi apendiks paling sering terjadi di distal obstruksi lumen apendiks sepanjang tepi antimesenterium Pada 2-6% penderita dengan apendisitis menunjukkan adanya massa di kuadran kanan bawah pada pemeriksaan fisik. Hal ini menunjukkan adanya inflamasi abses yang terfiksasi dan berbatasan dengan apendiks  yang mengalami inflamasi

  1. Apa diagnosa banding apendicitis anak?

Jawab : diagnosa banding meliputi adenitis mesentrika, pielitis, sistitis, pneumonitis, gastroenteritis, peritonitis, konstipasi, divertikulitis Meckeli, dan awitan mendadak penyakit usus inflamasi ( terutama ileitis, ileokolitis crohn).

  1. Pada apendisitis anak, kenapa sering terjadi kesalahan diagnosis?

Jawab : kesalahan membuat diagnosa dapat terjadi karena kadang apendiks terletak pada tempat yang bukan tempat biasanya pada daerah perut kanan bawah, pada anak prasekolah anak punya anamnesa yang tidak karakteristik dan sukar diperiksa. Kesalahan lain sering terjadi karena diagnosa dibuat pertelepon tanpa memeriksa penderita.

  1. Apa tujuan pemeriksaan uji psoas dan uji obturator pada apendisitis dan jelaskan caranya!

Jaawab : pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui letak apendiks yang meradang. Uji psoas dilakukan dengan rangsangan otot psoas lewat hiperektensi sendi panggul kanan atau fleksi aktif sendi panggul kanan, kemudian paha kanan ditahan. Bila appendiks yang meradang menempel di m. psoas mayor, maka tindakan tersebut akan menimbulkan nyeri. Sedangkan pada uji obturator dilakukan gerakan fleksi dan endorotasi sendi panggul pada posisi terlentang. Bila apendiks yang meradang kontak dengan m.obturator internus yang merupakan dinding panggul kecil, maka tindakan ini akan menimbulkan nyeri. Pemeriksaan ini dilakukan pada apendisitis pelvika.

  1. Sebutkan komplikasi yang sering timbul pada apendisitis anak!

Jawab  Komplikasi yang sering ditemukan adalah infeksi, perforasi, abses intra abdominal/pelvis, sepsis, syok, dehisensi, Peritonitis generalisata karena ruptur appendiks, Abses hati Septi kemia

  1. Bagaimana pengobatan pada apendisitis akut tanpa penyulit/ tidak banyak masalah?

Jawab : penderita anak perlu cairan parenteral untuk mengoreksi dehidrasi yang ringan. Pipa nasogastrik dipasang untuk mengosongkan lambung untuk mengurangi bahaya muntah pada waktu induksi anastesi. Pembedahannya adalah dengan apendoktomi. Apendoktomi dapat dicapai dengan membuka perut melalui insisi Mc Burney.

  1. Bagaimana pengobatan pada apendisitis akut dengan disertai peritonitis pada anak ?

Jawab : pipa naso – gastric dipasang untuk mengosongkan lambung agar mengurangi perut kembung dan mencegah muntah. Kalau anak dalam keadaan syok hipovalemik maka diberikan cairan ringer laktat 20 ml/ kg BB dalam larutan glukosa 5% secara bolus, kemudian diikuti dengan pemberian plasma atau darah sesuai indikasi.setelah pemberian bolus cairan sebaiknya dievaluasi kembali kebutuhan dan kekurangan cairan. Antibiotika berspektrum luas diberikan secepatnya sebelum ada biakan kuman. Pada kasus ini apendoktomi dapat dicapai melalui laparotomi

  1. Bagaimana perawatan pasca bedah pada apendisiti anak?

Jawab :

  • Anak dirawat dalam posisi fowler selama 24 jam pertama.
  • Sebaiknya tiap 6 jam dievaluasi kembali pemberian pengobatan dan kalau perlu disuaikan dengan kebtuhan yang ada.
  • Antibiotika diteruskan sekurang – kurangnya 5 hari dan anak bebas panas sekurang – kurangnya 2 hari.
  • Kalau masih panas, antibiotika diteruskan atau diganti sesuai dengan hasil biakan kuman.
  • Cairan parenteral diberikan sampai fungsi saluran cerna kembali normal.
  • Pemberian makanan peroral dilakukan mulai dengan makanan cair secara bertahap ditingkatkan sampai makanan yang sesuai dengan kebutuhan anak tersebut

Lihat Bagaimana tubuh anda secara luarbiasa membentuk jaringan baru, danLuka kronis menjadi tertutup

Page 2 of 18«12345»...Last »

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin