Dokter Bedah Malang

Gagal Ginjal

KUALITAS HIDUP PASIEN  GAGAL GINJAL TERMINAL YANG DILAKUKAN DIALISIS PERITONEAL MANDIRI BERKESINANGBUNGAN DIBANDING DENGAN HEMODIALISA

Perumusan Masalah

Apakah kualitas hidup pasien gagal ginjal terminal paska pemasangan dialisis peritoneal mandiri berkesinambungan lebih baik dibanding dengan  hemodialisi

Tujuan Penelitian

Membandingkan perbedaan kualitas hidup pasien gagal ginjal terminal antara yang dilakukan dialisis peritoneal mandiri berkesinambungan dengan hemodialisis.

Manfaat Penelitian

Hasil penelitian terbaik perbandingan kualitas hidup pasien gagal ginjal terminal yang dilakukan DPMB atau hemodialisis, diharapkan dapat dijadikan acuan pemilihan terapi, sehingga dapat bermanfaat untuk kepentingan  pasien

Download penelitian kualitas hidup  pasien gagal ginjal

QUESTION ANSWER
  1. Apakah yang dimaksud dengan limfoma non-hodgkin (LNH)?

Penyakit yang menyerang sel dari sistem limfatik, yang dikenal sebagai sel darah putih, atau limfosit. Referensi lain mengatakan, suatu keganasan primer jaringan limfoid yang bersifat padat.

  1. Apa yang akan terjadi dengan system limfa jika terserang panyakit ini?
Limfosit mulai berperilaku seperti sel kanker dan tumbuh serta berlipat ganda secara tidak terkontrol, dan tidak mati seperti pada proses yang seharusnya. Karena hal ini, limfoma non Hodgkin sering disebut sebagai kanker.
  1. `Apakah yang disebut lymphoma?
Kumpulan limphosit yang abnormal.
  1. Apakah penyebab dari non Hodgkin limfoma?
Penyebab pasti limfoma non Hodgkin tidak diketahui. Terdapat beberapa faktor risiko yang diketahui tetapi, walaupun demikian, faktor-faktor risiko ini tidak diperhitungkan melebihi bagian kecil dari jumlah seluruh kasus limfoma non Hodgkin. Pada kebanyakan pasien dengan limfoma non Hodgkin, tidak ada penyebab penyakit yang dapat ditemukan. Lebih jauh lagi, banyak orang yang terpapar pada salah satu faktor risiko yang diketahui tidak menderita limfoma non Hodgkin.
  1. Apa sajakah factor-faktor resikon dari LNH?
Yaitu:

a)      Beberapa jenis infeksi

b)      Diseases and medications that cause weakening of the sistim kekebalan (imunosupresi).

c)      Usia.(WHO: J Ferlay, F Bray, P Pisani, DM Parkin; GLOBOCAN 2000.)

  1. Beberapa jenis infeksi yang di sebabkan oleh virus terbukti maningkatkan resiko ter jadinya penyakit ini, dan virus apa yang dimaksud?
  • Human immunodeficiency virus (the virus that causes HIV/AIDS)
  • Human T cell leukaemia-lymphoma virus-1 (HTLV-1)
  • Epstein-Barr virus (EBV)
  1. Bagiamanakh patofisiologi factor resiko orang dengan ,imunosupresi?
Orang dengan imunosupresi, dimana sistim pertahanannya menurun, menghadapi peningkatan risiko terserang limfoma non Hodgkin. Hal ini mungkin karena kontrol multiplikasi sel B tergantung pada fungsi normal sel T. Jika fungsi sel T menjadi abnormal, seperti pada kasus orang dengan imunosupresi, sel B dapat berlipat ganda melalui suatu cara yang tidak terkontrol, meningkatkan peluang untuk terserang penyakit limfatik ini.
  1. Non-hodgkin limfoma digolongkan dalam berapa klasifikasi? Sebutkan?
Ada 2klasifikasi besar  penyakit ini yaitu?

  • Limfoma non Hodgkin agresif
  • Limfoma non Hodgkin  indolen
  1. Apakah yang disebut dengan limfoma non Hodgkin agressif?
Limfoma non Hodgkin agresif kadangkala dikenal sebagai limfoma non Hodgkin tumbuh cepat atau level tinggi.karena sesuai dengan namanya, limfoma non Hodgkin agresif  ini tumbuh dengan cepat. Meskipun nama ‘agresif’ kedengarannya sangat menakutkan, limfoma ini sering memberikan respon sangat baik terhadap pengobatan. Meskipun pasien yang penyakitnya tidak berespon baik terhadap standar pengobatan lini pertama, sering berhasil baik dengan kemoterapi dan transplantasi sel induk. Pada kenyataannya, limfoma non Hodgkin agresif lebih mungkin mengalami kesembuhan total daripada limfoma non Hodgkin indolen.
10.  Apakah yang disebut dengan limfoma non Hodgkin indolen?Limfoma non Hodgkin indolen kadang-kadang dikenal sebagai limfoma non Hodgkin tumbuh lambat atau level rendah. Sesuai dengan namanya, limfoma non Hodgkin indolen tumbuh hanya sangat lambat. Secara tipikal ia pada awalnya tidak menimbulkan gejala, dan mereka sering tetap tidak terditeksi untuk beberapa saat. Tentunya, mereka sering ditemukan secara kebetulan, seperti ketika pasien mengunjungi dokter untuk sebab lainnya. Dalam hal ini, dokter mungkin menemukan pembesaran kelenjar getah bening pada pemeriksaan fisik rutin. Kadangkala, suatu pemeriksaan, seperti pemeriksaan darah, atau suatu sinar-X, dada, mungkin menunjukkan sesuatu yang abnormal, kemudian diperiksa lebih lanjut dan ditemukan terjadi akibat limfoma non Hodgkin. Gejala yang paling sering adalah pembesaran kelenjar getah bening, yang kelihatan sebagai benjolan, biasanya di leher, ketiak dan lipat paha. Pada saat diagnosis pasien juga mungkin mempunyai gejala lain dari limfoma non Hodgkin. Karena limfoma non Hodgkin indolen tumbuh lambat dan sering tanpa menyebabkan stadium banyak diantaranya sudah dalam stadium lanjut saat pertama terdiagnosis.
11.  Dalam penentuan diagnose LNH di klasifikasikan perlu adanya penentuan yang jelas sejauh mana penyakit ini menyebar. Ada berapa stadium yang ditentukan pada LNH?Sistim stadium yang paling umum yang menggunakan empat stadium, dengan penomoran angka Romawi I-IV. Dalam bentuknya yang paling sederhana, stadium I dan II sering dikelompokkan bersama sebagai stadium awal penyakit, sementara stadium III dan IV dikelompokkan bersama sebagai stadium lanjut.
12.  Jelaskan point per stadium?
  • Stadium I limfoma hanya pada satu kelompok kelenjar getah bening
  • Stadium II dua atau lebih kelompok kelenjar getah bening terserang, tetapi hanya pada satu sisi diafragma, baik pada seluruh dada ataupun diseluruh perut
  • Stadium III dua atau lebih kelompok kelenjar getah bening terserang, pada dada dan perut
  • Stadium IV limfoma ada setidaknya pada satu organ selain pada kelenjar getah bening (sebagai contoh, sumsum tulang , hati, atau paru-paru)
13.  Ada banyak jenis limfoma, baik yang agresif maupun yang indolen namun untuk menentukan jenis limfoma, dibutuhakan biopsy atau sampel untuk pemeriksaan. Criteria apakah yang ditentukan:Jenis limfoma non Hodgkin ditentukan oleh :

  • Jenis sel abnormal dalam limfoma (terutama sel B atau sel T)
  • Tampilan kelenjar getah bening yang terserang
  • Jenis protein, atau petanda, pada permukaan sel abnormal
14.  Apa sajakah pemeriksaan yang dilakukan dalam menentukan diagnose dan stadium LNH?Riwayat penyakit pasien, pemeriksaan fisik, penentuan stadium juga memerlukan pemeriksaan seperti sinar-X, CT scan, PET scan, biopsi sumsum tulang dan pemeriksaan darah.
15.  Mengapa pemeriksaan diagnostik sangat penting untuk menegakkan diagnosis limfoma non Hodgkin?Semua gejala yang dapat disebabkan oleh limfoma non Hodgkin juga dapat ditimbulkan oleh penyakit lain. Dengan kata lain, tidak ada satu gejala yang dapat digunakan untuk menjamin adanya limfoma non Hodgkin.
16.  Apakah gejala umum pada LNH?Gejala paling umum dari limfoma non Hodgkin pada saat didiagnosis adalah pembengkakan kelenjar getah bening, terdapat gejala lainnya. Termasuk :

  • Gejala konstitusional (Gejala tidak sehat secara umum)
  • Gejala yang dapat dihubungkan dengan pembengkakan limfoma diluar kelenjar getah bening

Gejala konstitusional adalah gejala-gejala yang tidak spesifik yang mengindikasikan seseorang tidak sehat. Gejala konstitusional yang sering timbul pada limfoma non Hodgkin termasuk:

  • Demam berulang, yang tidak dapat diterangkan penyebabnya (dengan suhu tubuh melebihi 38 oC)
  • Keringat malam , yang membasahi pakaian tidur dan alas tidur
  • Kehilangan berat badan yang tidak diinginkan (penurunan berat badan lebih dari 10% berat badan dalam 6 bulan)
  • Kelelahan yang berat dan menetap
  • Penurunan nafsu makan

Gejala umum lainnya yang akan dialami oleh orang dengan limfoma non Hodgkin meliputi :

  • Bernapas pendek dan batuk
  • Gatal-gatal, yang menetap dan dapat dirasakan diseluruh tubuh
17.  Apakah gejala yang timbul pada LNH indolen?Ketika timbul, gejala, dapat dibagi ke dalam empat kelompok besar :

  • Bengkak pada satu atau lebih kelenjar getah bening
  • Gejala konstitusional (Gejala tidak sehat secara umum)
  • Gejala yang dapat dihubungkan dengan pembengkakan limfoma diluar kelenjar getah bening
  • Gejala yang dapat dihubungkan dengan penurunan jumlah sel darah
18.  Jelaskan komplikasi yang dapat ditimbulkan penyakit LNH?Komplikasi dapat terjadi pada LNH yang sudah mencapai stadium IV , penyebaran Limfoma selain pada kelenjar getah bening setidaknya pada satu organ lain juga seperti sumsum tulang, hati, paru-paru, atau otak.

19.  Sebutkan diagnosis banding dari LNH?
  1. Lymphoma Hodgkin

Penyakit hodgkin  adalah suatu jenis keganasan sistem

kelenjar getah bening dengan gambaran histologis

yang khas. Ciri histologis yang dianggap khas adalah

adanya sel Reed-Sternberg atau variannya yang

disebut sel Hodgkin  dan gambaran selular getah

bening yang khas.

b.   Limfadenitis Tuberkulosa

Merupakan salah satu sebab pembesaran kelenjar

limfe yang paling sering ditemukan. Biasanya

mengenai kelenjar limfe leher, berasal dari mulut dan

tenggorok (tonsil). Mula-mula kelenjar-kelenjar keras dan tidak saling melekat, tetapi kemudian karena terdapat periadenitis, terjadi perlekatan-perlekatan

20.  Bagaimana penatalaksanaan terapi LNH?Digolongkan menjadi 3 terapi yang dapat dilakukan, biasanya melalui pendekatan multidisiplin. Terapi yang dapat dilakukan adalah:

1. Derajat Keganasan Rendah (DKR)/indolen:

Pada prinsipnya simtomatik

- Kemoterapi: obat tunggal atau ganda (per oral), jika    dianggap perlu: COP (Cyclophosphamide, Oncovin, dan Prednisone)

- Radioterapi: LNH sangat radiosensitif. Radioterapi ini dapat dilakukan untuk lokal dan paliatif.

Radioterapi: Low Dose TOI + Involved Field Ra-

diotherapy saja.

2. Derajat Keganasan Mengah (DKM)/agresif limphoma

- Stadium I: Kemoterapi (CHOP/CHVMP/BU)+radioterapi

CHOP (Cyclophosphamide, Hydroxydouhomycin,

Oncovin, Prednisone)

- Stadium II – IV: kemoterapi parenteral kombinasi,

radioterapi berperan untuk tujuan paliasi.

3. Derajat Keganasan Tinggi (DKT)

DKT Limfoblastik (LNH-Limfoblastik)

- Selalu diberikan pengobatan seperti Leukemia

Limfoblastik Akut (LLA)

- Re-evaluasi hasil pengobatan dilakukan pada:

1. setelah siklus kemoterapi ke-empat

2. setelah siklus pengobatan lengkap

21.  Secara umum pengobatan apakah yang dapat dilakukan?Kemoterapi, Terapi antibodi monoklonal, Terapi Radiasi, Transplantasi, Pembedahan, Terapi eksperimental, atau Penatalaksanaan gejala.

TETANUS

Tetanus adalah infeksi akut dengan gejala klinis gangguan neuromuskular akut, berupa kekakuan dan kejang otot ok eksotoksin Clostridium tetani

Etiologi: Clostridim tetani

sifat anaerob

berspora

spora tdp pada tanah dan debu, dapat bertahan bertahun2, tahan terhadap antiseptik dan suhu 100 C

bentuk khas seperti raket squash

virus tetanus

PATOGENESA

Clostridium masuk melalui luka (laserasi, luka tembak, luka tusuk, luka bakar, gigitan, binatang, dsb)

Porte d`entrée 60% luka tusuk pada kaki.

Dapat melalui uterus pada abortus provokatus

Dapa melalui umbilicus pada bayi yg ditolong dengan mengabaikan kaidah asepsis.

Dapat dari OMPA

Patogenesa

Pada lingkungan anaerob, spora vegetatif

vegetatif mengeluarkan eksotoksin, semenatara kuman tetap pd luka.

Toksin:

1. Tetanolisin menghancurkan eritrosit

2. Tetanospasmin (protein yang bersifat toksik terhadap sel saraf) diabsorbsi ujung saraf motorik serabut saraf ganglion SSP.

Manifestasi Klinis

Masa inkubasi: 3 hari-4 minggu (rata-rata 8 hari)

makin pendek masa inkubasi, mortalitas samakin tinggi.

Gejala:

1. Tetanus lokal kaku pada otot-otot daerah luka

2. Tetanus umum

a. Trismus (kaku otot maseter sulit buka mulut)

b. Opistotonus (kaku kuduk, leher dan punggung)

c. Ddg perut spt papan

d. Risus sardonikus (kaku otot2 wajah)

e. Sulit menelan

f. Kekakuan otot2 pnapasan

DIAGNOSIS

Dari gejala klinis, karena pemeriksaan kuman Clostridium sering tidak dapat ditemukan, cukup untuk mDx tetanus.

DIAGNOSIS BANDING

Trismus karena gangguan lokal di mulut

Meningitis ensefalitis

PENGOBATAN

Prinsip pengobatan:

Mengatasi akibat eksotoksin yang sudah terikat sel2 saraf pusat

sulit

simptomatik dengan anti kejang (fenobarbital, CPZ, diasepam)

- gagal napas trakheostomi, pemasangan ventilator

Menetralisir toksin yn masih beredar dlm darah

ATS 20.000 IU/hari slm 5 hari

Human imunoglobulin 3000-6000 IU dosis

tunggal

Menghilangkan kuman penyebab

merawat luka dg antiseptik, eksisi luka

Penisilin

PENCEGAHAN

perawatan luka yang adekuat

imunisasi aktif dg human imunoglobulin

antitetanus

Page 4 of 18« First...«23456»...Last »

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin