Dokter Bedah Malang

Tag: luka bakar

bakar1 bakar2

1. Definisi Luka Bakar adalah?

Jawab : suatu trauma yang disebabkan oleh panas, arus listrik, bahan kimia dan petir yang mengenai kulit, mukosa, dan jaringan yang lebih dalam.

2. Pada fase akut disebut juga fase?

Jawab: Fase awal atau fase syok

3. Sebutkan fase-fase pada luka bakar!

Jawab: fase akut, fase sub akut, fase lanjut

4. Wallace membagi tubuh atas bagian 95 atau kelipatan 9 yang terkenal dengan nama! ………..

Jawab: rule of nine atau rule of wallace

5. Sebutkan beberapa faktor-faktor yang digunakan untuk mengkaji beratnya luka bakar

Jawab:

a. Kepala dan leher 9%

b. Lengan masing-masing 9% 18%

c. Badan depan 18% badan belakang 18% 36%

d. Tungkai masing-masing 18% 36%

e. Genetalian/ perincum 1% 100%

6. Pada Americana Burn Association membagi 3 kelompok luka bakar, sebutkan!

Jawab: luka bakar ringan (minor), luka bakar sedang (moderat), luka bakar kritis (mayor)

7. Sebutan pengkajian pada luka bakar

Jawab: aktifasi / istirahat, sirkulasi, integritas, eiminasi, makan, neurosensori, nyeri, pernapasan, kemanan, pemeriksaan diagnostik.

8. Sebutkan tanda-tanda dan gajala pada pengkajian integritas dioders!

Jawab: Tanda: onsietas, menangis, ketergantungan, menyangkal

Gejala: masalah tentang keluarga, pekerjaan, keuangan, kecanduan

9. Sebutkan ciri-ciri luka bakar ringan (minor) pada American Burn Association!

Jawab: Tingkat II kurang dari 18% total Body Surface area pada orang dewasa atau kurang dari 10% total body surface area pada anak-anak

Tingkat III kurang 2% total body surfase area yang tidak disertai komplikasi.

10. Sebutkan 2 hal yang mendasari perubahan fisiologis yang disertai dengan luka bakar

Jawab: 1. Kerusakan langsung pada klit dan gangguan fungsinya.

            2. Stimulasi kompensasi ……pertahanan ……..

11. Sebutkan faktor lain yang mempengaruhi beratnya luka bakar!

Jawab: umur, status kesehatan dan inhalasi asap.

12. Meliputi apa saja perubahan rangsangan fisiologi pada luka bakar?

Jawab: peningkatan rata-rata , kedalaman denyut jantung, vasokontriksi,selektif, peningkatan aliran darah ke otak, hati, muskulus keletal dan miokardium.

13. Pada luka bakar beberapa luka jaringan yang diterima tubuh sebagai ancaman home ostoses yang normal adalah?

Jawab: respon pertahanan yang dirangsang sebagai kondisi dan kerusakan, urutan respon aktual ini selalu sama

14. Respon terhadap keradangan pada luka terjadi secara ……….! Pada………..

Jawab: Primer, tingkat vasculer

15. Bagaimana respon simpatis berlanjut untuk waktu yang lama tanpa pengaruh dari luar?

Jawab: Respon tubuh menjadi lebih tertekan dan menyebabkan kondisi patologis menuju kehabisan sumber yang bersifat adaptis

16. Pada daerah kulit paling tebal adalah paha dan belakang sedangkan kulit yang paling tipis adalah bagian……………

Jawab: tangan bagian medial, hidung dan wajah.

17. Pada American College of surgeur membagi 3 tahap pada luka bakar yaitu:

Jawab: Parah (critical), sedang (moderate), ringan (minor)

19. Sebutkan gejala-gejala pernapasan pada luka bakar yang diterapkan dalam pengkajian!

Jawab: Terkurung dalam ruang tutup, terpajan lama

20. Sebutkan tanda-tanda gejala umum pada luka bakar!

Jawab: luka, kulit kemerahan, rasa nyeri dan panas

gambar luka bakarDEFINISI

Luka Bakar adalah cedera pada jaringan tubuh akibat panas, bahan kimia maupun arus listrik.

PENYEBAB

Panas bukan merupakan satu-satunya penyebab dari luka bakar, beberapa jenis bahan kimia dan arus listrik juga bisa menyebabkan terjadinya luka bakar.
Biasanya bagian tubuh yang terbakar adalah kulit, tetapi luka bakar juga bisa terjadi pada jaringan di bawah kulit, bahkan organ dalampun bisa mengalami luka bakar meskipun kulit tidak terbakar.
Sebagai contoh, meminum minuman yang sangat panas atau zat kaustik (misalnya asam) bisa menyebabkan luka bakar pada kerongkongan dan lambung. Menghirup asap dan udara panas akibat kebakaran gedung bisa menyebabkan terjadinya luka bakar pada paru-paru.
Luka bakar listrik bisa disebabkan oleh suhu diatas 4982? Celsius, yang dihasilkan oleh suatu arus listrik yang mengalir dari sumber listrik ke dalam tubuh manusia. Resistensi (kemampuan tubuh untuk menghentikan atau memperlambat aliran listrik) yang tinggi terjadi pada kulit yang bersentuhan dengan sumber listrik, karena itu pada kulit tersebut banyak energi listrik yang diubah menjadi panas sehingga permukaannya terbakar.
Luka bakar listrik juga menyebabkan kerusakan jaringan dibawah kulit yang sangat berat. Ukuran dan kedalamannya bervariasi dan bisa menyerang bagian tubuh yang jauh lebih luas daripada bagian kulit yang terluka.
Kejutan listrik yang luas bisa menyebabkan kelumpuhan pada sistem pernafasan dan gangguan irama jantung sehingga denyut jantung menjadi tidak beraturan.
Luka bakar kimia bisa disebabkan oleh sejumlah iritan dan racun, termasuk asam dan basa yang kuat, fenol dan kresol (pelarut organik), gas mustard dan fosfat.

GEJALA

Beratnya luka bakar tergantung kepada jumlah jaringan yang terkena dan kedalaman luka:

1. Luka bakar derajat I
Merupakan luka bakar yang paling ringan. Kulit yang terbakar menjadi merah, nyeri, sangat sensitif terhadap sentuhan dan lembab atau membengkak.
Jika ditekan, daerah yang terbakar akan memutih; belum terbentuk lepuhan.

2. Luka bakar derajat II
Menyebabkan kerusakan yang lebih dalam.
Kulit melepuh, dasarnya tampak merah atau keputihan dan terisi oleh cairan kental yang jernih. Jika disentuh warnanya berubah menjadi putih dan terasa nyeri.

3. Luka bakar derajat III
Menyebabkan kerusakan yang paling dalam.
Permukaannya bisa berwarna putih dan lembut atau berwarna hitam, hangus dan kasar.
Kerusakan sel darah merah pada daerah yang terbakar bisa menyebabkan luka bakar berwarna merah terang. Kadang daerah yang terbakar melepuh dan rambut/bulu di tempat tersebut mudah dicabut dari akarnya.
Jika disentuh, tidak timbul rasa nyeri karena ujung saraf pada kulit telah mengalami kerusakan.

Jaringan yang terbakar bisa mati. Jika jaringan mengalami kerusakan akibat luka bakar, maka cairan akan merembes dari pembuluh darah dan menyebabkan pembengkakan.
Pada luka bakar yang luas, kehilangan sejumlah besar cairan karena perembesan tersebut bisa menyebabkan terjadinya syok. Tekanan darah sangat rendah sehingga darah yang mengalir ke otak dan organ lainnya sangat sedikit.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

PENGOBATAN
Sekitar 85% luka bakar bersifat ringan dan penderitanya tidak perlu dirawat di rumah sakit. Untuk membantu menghentikan luka bakar dan mencegah luka lebih lanjut, sebaiknya lepaskan semua pakaian penderita. Kulit segera dibersihkan dari bahan kimia (termasuk asam, basa dan senyawa organik) dengan mengguyurnya dengan air.

Penderita perlu dirawat di rumah sakit jika:
- Luka bakar mengenai wajah, tangan, alat kelamin atau kaki
- Penderita akan mengalami kesulitan dalam merawat lukanya secara baik dan benar di rumah
- Penderita berumur kurang dari 2 tahun atau lebih dari 70 tahun
- Terjadi luka bakar pada organ dalam.

Luka bakar ringan

Jika memungkinkan, luka bakar ringan harus segera dicelupkan ke dalam air dingin. Luka bakar kimia sebaiknya dicuci dengan air sebanyak dan selama mungkin.
Di tempat praktek dokter atau di ruang emergensi, luka bakar dibersihkan secara hati-hati dengan sabun dan air untuk membuang semua kotoran yang melekat. Jika kotoran sukar dibersihkan, daerah yang terluka diberi obat bius dan digosok dengan sikat. Lepuhan yang telah pecah biasanya dibuang.
Jika daerah yang terluka telah benar-benar bersih, maka dioleskan krim antibiotik (misalnya PERAK ZULFADIAZIN).
Untuk melindungi luka dari kotoran dan luka lebih lanjut, biasanya dipasang verban. Sangat penting untuk menjaga kebersihan di daerah yang terluka, karena jika lapisan kulit paling atas (epidermis) mengalami kerusakan maka bisa terjadi infeksi yang dengan mudah akan menyebar. Jika diperlukan, untuk mencegah infeksi bisa diberikan antibiotik,
Untuk mengurangi pembengkakan, lengan atau tungkai yang mengalami luka bakar biasanya diletakkan/digantung dalam posisi yang lebih tinggi dari jantung.
Pembidaian harus dilakukan pada persendian yang mengalami luka bakar derajat II atau III, karena pergerakan bisa memperburuk keadaan persendian.
Mungkin perlu diberikan obat pereda nyeri selama beberapa hari. Pemberian booster tetanus disesuaikan dengan status imunisasi penderita.

Luka bakar berat

Luka bakar yang lebih berat dan membahayakan nyawa penderitanya harus segera ditangani, sebaiknya dirawat di rumah sakit.
Kepada korban kebakaran biasanya diberikan oksigen melalui sungkup muka (masker) untuk membantu menghadapi efek dari karbon monoksida (gas beracun yang sering terbentuk di lokasi kebakaran). Di ruang emergensi, dilakukan pemeriksaan terhadap fungsi pernafasan, luka lainnya di tubuh serta dilakukan pengobatan untuk menggantikan cairan yang hilang dan untuk mencegah infeksi.
Untuk mengobati luka bakar yang berat kadang digunakan terapi oksigen hiperbarik, dimana penderita ditempatkan dalam ruangan khusus yang mengandung oksigen bertekanan tinggi.
Jika terjadi cedera pada saluran udara dan paru-paru akibat kebakaran, untuk membantu fungsi pernafasan bisa dipasang sebuah selang yang dimasukkan ke dalam tenggorokan.
Selang tersebut perlu dipasang jika cedera menimpa wajah atau jika pembengkakan pada tenggorokan menyebabkan terganggunya fungsi pernafasan.
Jika tidak terjadi gangguan pada sistem pernafasan maka yang perlu dilakukan hanya memberikan oksigen tambahan melalui sungkup muka.
Setelah daerah yang terluka dibersihkan, lalu dioleskan krim atau salep antibiotik dan dibungkus dengan verban steril.
Verban biasanya diganti sebanyak 2-3 kali/hari.
Luka bakar yang luas sangat rentan terhadap infeksi berat karena itu biasanya diberikan antibiotik melalui infus.
Mungkin perlu diberikan booster tetanus.
Luka bakar luas bisa menyebabkan hilangnya cairan tubuh, karena itu untuk menggantikannya diberikan cairan melalui infus.
Luka bakar dalam bisa menyebabkan mioglonulinuria, yaitu suatu keadaan dimana protein mioglobulin dilepaskan dari otot yang rusak dan menyebabkan kerusakan ginjal. Jika tidak segera diberikan cairan yang memadai, bisa terjadi kegagalan ginjal.
Kulit yang terbakar akan membentuk permukaan yang keras dan tebal yang disebut eskar, yang bisa menyebabkan terhalangnya aliran darah ke daerah tersebut.
Untuk mengurangi ketegangan pada jaringan yang sehat dibawahnya, biasanya dilakukan eskarotomi (pemotongan eskar).
Jika luasnya tidak lebih dari uang logam 50 sen dan terjaga kebersihannya, luka bakar yang dalampun bisa pulih dengan sendirinya. Tetapi jika lapisan kulit dibawahnya mengalami kerusakan yang luas, biasanya perlu dilakukan pencangkokkan kulit (skin graft).
Bagian kulit yang sehat bisa berasal dari tubuh penderita sendiri (autograft), dari donor hidup maupun dari kulit orang yang sudah meninggal (allograft), atau dari mahluk lain selain manusia (xenograft, biasanya babi karena kulitnya paling mirip dengan kulit manusia.
Autograft sifatnya permanen, tetapi skin graft dari donor (baik manusia maupun hewan) sifatnya sementara, yaitu hanya melindungi daerah yang terbakar pada saat tubuh melakukan penyembuhan sendiri dan 10-14 hari kemudian akan ditolak oleh tubuh.
Biasanya perlu dilakukan terapi fisik dan terapi okupasional untuk meminimalkan jumlah jaringan parut dan untuk mempertahankan sebanyak mungkin fungsi dari daerah yang terbakar.
Secepat mungkin dipasang bidai untuk menjaga agar persendian tetap bisa digerakkan sehingga otot dan kulit tidak menjadi kaku dan memendek. Bidai dipasang sampai terjadi pemulihan yang luas.
Sebelum dilakukan skin graft, persendian yang terkena dilatih terlebih dahulu sehingga kemampuan geraknya meningkat. Setelah graft ditempelkan, biasanya dilakukan pembidaian selama 5-10 hari untuk memastikan bahwa graft telah terpasang sebagaimana mestinya.
Penderita harus mengkonsumsi sejumlah kalori dan gizi yang cukup yang diperlukan untuk proses pemulihan.
Jika usus tidak berfungsi akibat cedera atau pembedahan berulang, zat gizi biasa diberikan melalui infus.
Diperlukan waktu yang lama untuk pemulihan luka bakar yang berat, kadang sampai bertahun-tahun, karena itu penderita bisa mengalami depresi berat sehingga dukungan moril sangat diperlukan dari orang-orang di sekelilingnya.

PROGNOSIS

Pemulihan tergantung kepada kedalaman dan lokasi luka bakar. Pada luka bakar superfisial (derajat I dan derajat II superfisial), lapisan kulit yang mati akan mengelupas dan lapisan kulit paling luar kembali tumbuh menutupi lapisan di bawahnya.
Lapisan epidermis yang baru dapat tumbuh dengan cepat dari dasar suatu luka bakar superfisial dengan sedikit atau tanpa jaringan parut. Luka bakar superfisial tidak menyebabkan kerusakan pada lapisan kulit yang lebih dalam (dermis).
Luka bakar dalam menyebabkan cedera pada dermis. Lapisan epidermis yang baru tumbuh secara lambat dari tepian daerah yang terluka dan dari sisa-sisa epidermis di dalam daerah yang terluka. Akibatnya, pemulihan berlangsung sangat lambat dan bisa terbentuk jaringan parut.
Daerah yang terbakar juga cenderung mengalami pengkerutan, sehingga menyebabkan perubahan pada kulit dan mengganggu fungsinya.
Luka bakar ringan pada kerongkongan, lambung dan paru-paru biasanya akan pulih tanpa menimbulkan masalah.
Luka yang lebih berat bisa menyebabkan pembentukan jaringan parut dan penyempitan. Jaringan parut bisa menghalangi jalannya makanan di dalam kerongkongan dan menghalangi pemindahan oksigen yang normal dari udara ke darah di paru-paru.

Kriteria diagnosis                   :   Luka baker merupakan kerusakan pada jaringan karena pengaruh suhu (baik panas maupun dingin) atau dari penyerapan energi fisik dan dari kontak dengan bahan-bahan kimia. Setiap penyebab mempunyai gambaran klinis yang khusus dan manajemen pengelolaannya.

Pembagian derajat luka baker :

Derajat I : Hanya mengenai cairan epidermis luar, tampak hiperemi dan eritema

Derajat II : Mengenai lapisan epidermis yang lebih dalam dan sebagian dermis disertai lepuh, edema jaringan dan basah

Derajat III : Mengenai semua lapisan epidermis dan dermis, biasanya tampak luka kering dengan vena koogulasi pada permukaan kulit

3.   Diagnosis banding               :   -

4.   Pemeriksaan penunjang       :   Laboratorium        :   DL, UL, RFT, elektrolit, protein darah

Mikrobiologi         :   Kultur dan tes kepekaan kuman

Radiologi              :   Foto polos toraks AP

Jantung                 :   EKG

5.   Terapi                                :

a.   Non bedah                   :   -   Tindakan darurat ABC, retutilasi jantung, paru, otak

-   Koreksi elektrolit dengan rumus Rule of nine dan koreksi Hiperaktif

-   Perawatan terhadap jantung, paru, ginjal dan hati

-   Terapi suportif seperti nutrisi, protein

-   Antibiotika, analgetika, antidiuretika

- Pertolongan pertama bisa diberikan air dingin (waktunya singkat)

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin