Home / Tanya Jawab / Tentang Fraktur Tulang
Tentang Fraktur Tulang

Tentang Fraktur Tulang

 

  1. Apakah pengertian dari patah tulang atau yang lebih sering disebut dengan fraktur?

Jawab :

Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang dan atau tulang rawan yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa ( R. Sjamsuhidajat, Wimde Jong, 1997 )

Fraktur berarti deformasi atau diskontinuitas dari tulang oleh tenaga yang melebihi kekuatan tulang ( Seymor I. Schwartz, 2000 ).

  1. Apa penyebab terjadinya frakur?

Jawab :

a. Fraktur akibat peristiwa trauma
Sebagian fraktur disebabkan oleh kekuatan yang tiba-tiba berlebihan yang dapat berupa pemukulan, penghancuran, perubahan pemuntiran atau penarikan.
b. Fraktur akibat peristiwa kelelahan atau tekanan
Retak dapat terjadi pada tulang seperti halnya pada logam dan benda lain akibat tekanan berulang-ulang. Keadaan ini paling sering dikemukakan pada tibia, fibula atau matatarsal terutama pada atlet, penari atau calon tentara yang berjalan baris-berbaris dalam jarak jauh.
c. Fraktur patologik karena kelemahan pada tulang
Fraktur dapat terjadi oleh tekanan yang normal kalau tulang tersebut lunak (misalnya oleh tumor) atau tulang-tulang tersebut sangat rapuh.

  1. Jelaskan patofisiolgi dari fraktur!

Ketika terjadi patah tulang yang diakibatkan oleh truma, peristiwa tekanan ataupun patah tulang patologik karena kelemahan tulang, akan terjadi kerusakan di korteks, pembuluh darah, sumsum tulang dan jaringan lunak. Akibat dari hal tersebut adalah terjadi perdarahan, kerusakan tulang dan jaringan sekitarnya.. Keadaan ini menimbulkan hematom pada kanal medulla antara tepi tulang dibawah periostium dengan jaringan tulang yang mengatasi fraktur. Terjadinya respon inflamsi akibat sirkulasi jaringan nekrotik adalah ditandai dengan vasodilatasi dari plasma dan leukosit. Ketika terjadi kerusakan tulang, tubuh mulai melakukan proses penyembuhan untuk memperbaiki cidera, tahap ini menunjukkan tahap awal penyembuhan tulang. Hematon yang terbentuk bisa menyebabkan peningkatan tekanan dalam sumsum tulang yang kemudian merangsang pembebasan lemak dan gumpalan lemak tersebut masuk kedalam pembuluh darah yang mensuplai organ-organ yang lain. Hematon menyebabkn dilatasi kapiler di otot, sehingga meningkatkan tekanan kapiler, kemudian menstimulasi histamin pada otot yang iskhemik dan menyebabkan protein plasma hilang dan masuk ke interstitial. Hal ini menyebabkan terjadinya edema. Edema yang terbentuk akan menekan ujung syaraf, yang bila berlangsung lama bisa menyebabkan syndroma compartement.

  1. Sebutkan tanda dan gejala syndroma compartement!

Jawab :

Tanda dan gejala dari Syndroma Compartement adalah :

  • Nyeri pada keadaan istirahat ( pain ).
  • Parestesia.
  • Pucat ( pale ).
  • Paresis atau paralisis.
  • Denyut nadi hilan ( pulse ).
  • Jari di posisi fleksi
  • Gangguan diskriminasi dua titik ( two points discrimination test ).
  • Tekanan tinggi di dalam komparrtemen ( pressure ).
  1. Apa saja klasifikasi fraktur? Sebutkan dan jelaskan!

Jawab :

Fraktur dapat diklasifikasikan menurut :

  1. Jenis : tranversal, spiral, oblik, segmental, kominutiva.
  2. Lokasi : diafise, metafise, epifise.
  3. Integritas kulit serta jaringan lunak yang mengelilinginya : terbuka/compound dan tertutup.
  4. kedudukan fragmen : tidak ada dislokasi dan adanya dislokasi.
  1. Pergeseran fragmen ada 4, sebutkan!

Jawab :

1. Alignman  : perubahan arah axis longitudinal, bisa membentuk sudut.

2. Panjang  : dapat terjadi pemendekan (shortening).

3. Aposisi  : hubungan ujung fragmen satu dengan lainnya.

4. Rotasi  : terjadi perputaran terhadap fragmen proksimal

  1. Dalam fraktur terbuka dapat dibedakan dalam 3 grade, sebutkan !

Jawab :

Fraktur terbuka dibagi menjadi 3 grade yaitu:
a) Grade I : Robekan kulit dengan kerusakan kulit otot
b) Grade II : Seperti grade I dengan memar kulit dan otot
c) Grade III : Luka sebesar 6-8 cm dengan kerusakan pembuluh darah, syaraf otot dan kulit.

  1. Apa gejala klinis yang ditimbulkan pada fraktur?

Jawab :

a. Nyeri
b. Bengkak/edema
c. Memar/ekimosis
d. Spasme otot
e. Penurunan sensasi
f. Gangguan fungsi

g. Mobilitas abnormal
h. Krepitasi.
i. Defirmitas
j. Shock hipouolemik
k. Gambaran X-ray menentukan fraktur

9. Sebutkan komplikasi yang bisa ditimbulkan oleh fraktur!

Komplikasi akibat fraktur yang mungkin terjadi menurut Doenges (2000) antara lain:
a. Shock
b. Infeksi
c. Nekrosis divaskuler
d. Cidera vaskuler dan saraf
e. Mal union
f. Borok akibat tekanan

g. Gangren

  1. Bagaimana pemeriksaan yang dilakukan pada penderita fraktur?

Jawab :

a. RiwayatAnamnesis dilakukan untuk menggali riwayat mekanisme cedera (posisi kejadian) dan kejadian-kejadian yang berhubungan dengan cedera tersebut.

b. Pemeriksaan Fisik

– Inspeksi / LookDeformitas :  angulasi, rotasi, pemendekan, pemanjangan,  bengak. Pada fraktur terbuka à klasifikasi Gustilo

– Palpasi / Feel : Lakukan palpasi pada daerah ekstremitas tempat fraktur tersebut, meliputi persendian diatas dan dibawah cedera, daerah yang mengalami nyeri, efusi, dan krepitasi.

– Gerakan / Moving

– Pemeriksaan trauma di tempat lain : kepala, toraks, abdomen, pelvis. Sedangkan pada pasien dengan politrauma, pemeriksaan awal dilakukan menurut protokol ATLS. Langkah pertama adalah menilai airway, breathing, dan circulation.

c. Pemeriksaan Penunjang Laboratorium :  darah rutin, faktor pembekuan darah, golongan darah, cross-test, dan urinalisa.

d. Radiologis untuk lokasi fraktur.

11. Bagaimana pertolongan awal yang diberikan pada penderita patah tulang?

Jawab :

  1. Kenali ciri awal patah tulang dengan memperhatikan riwayat trauma yang terjadi karena; benturan, terjatuh atau tertimpa benda keras yang menjadi alasan kuat pasien mengalami patah tulang. Biasanya, pasien akan mengalami rasa nyeri yang amat sangat dan bengkak hingga terjadinya perubahan bentuk yang kelihatannya tidak wajar (seperti; membengkok atau memuntir).
  2. Jika ditemukan luka yang terbuka, bersihkan dengan antiseptik dan usahakan untuk menghentikan pendarahan dengan  dibebat atau ditekan dengan perban atau kain bersih.
  3. Lakukan reposisi (pengembalian tulang yang berubah ke posisi semula) namun hal ini tidak boleh dilakukan secara paksa dan sebaiknya  dilakukan oleh para ahli atau yang sudah biasa melakukannya.
  4. Pertahankan daerah patah tulang dengan menggunakan bidai/ papan dari kedua sisi tulang yang patah untuk menyangga agar posisinya tetap stabil.

12. Bagaimana penatalaksanaan fraktur?

Jawab :

Penatalaksanaan fraktur terdapat Prinsip 4R  (chairudin Rasjad)

1. Recognition : diagnosis dan penilaian fraktur

2. Reduction : mengembalikan atau memperbaiki bagian-bagian yang patah ke dalam bentuk semula (anatomis ).

3. Retention : Immobilisasi

4. Rehabilitation : mengembalikan aktifitas fungsional semaksimal mungkin. Sedangkan penatalaksanaan definitif fraktur adalah dengan menggunakan gips atau dilakukan operasi dengan ORIF maupun OREF.
13. Sebutkan jenis – jenis fraktur reduction!

Jawab :

Jenis-jenis fraktur reduction yaitu:
a. Manipulasi atau close red
Adalah tindakan non bedah untuk mengembalikan posisi, panjang dan bentuk. Close reduksi dilakukan dengan local anesthesia ataupun umum.
b. Open reduksi
Adalah perbaikan bentuk tulang dengan tindakan pembedahan sering dilakukan dengan internal fixasi menggunakan kawat, screlus, pins, plate, intermedullary rods atau nail. Kelemahan tindakan ini adalah kemungkinan infeksi dan komplikasi berhubungan dengan anesthesia. Jika dilakukan open reduksi internal fixasi pada tulang (termasuk sendi) maka akan ada indikasi untuk melakukan ROM.
c. Traksi
Alat traksi diberikan dengan kekuatan tarikan pada anggota yang fraktur untuk meluruskan bentuk tulang.
14. Sebutkan macam – macam traksi yang diberikan pada penderita frkatur!

Jawab :

Ada 3 macam traksi yaitu:
1) Skin traksi
Skin traksi adalah menarik bagian tulang yang fraktur dengan menempelkan plester langsung pada kulit untuk mempertahankan bentuk, membantu menimbulkan spasme otot pada bagian yang cedera, dan biasanya digunakan untuk jangka pendek (48-72 jam).
2) Skeletal traksi
Adalah traksi yang digunakan untuk meluruskan tulang yang cedera dan sendi panjang untuk mempertahankan traksi, memutuskan pins (kawat) ke dalam tulang.
3) Maintenance traksi
Merupakan lanjutan dari traksi, kekuatan lanjutan dapat diberikan secara langsung pada tulang dengan kawat atau pins.
15. Apa komplikasi diadakannya traksi pada penderita fraktur?

Jawab :

1. Gangguan sirkulasi darah  : beban > 12 kg

2.  Trauma saraf peroneus (kruris)  : droop foot

3.  Sindroma kompartemen

4.  Infeksi : tempat masuknya pin
16.Apa tujuan diadakannya pengobatan pada penderita fraktur?

Jawab :
1.REPOSISI  Tujuan mengembalikan fragmen keposisi anatomi.
2.IMOBILISASI / FIKSASI Tujuan mempertahankan posisi fragmen post reposisi sampai

Union
3.UNION ( penyatuan tulang kembali ).
4.REHABILITASI

17.Sebutkan stadium – stadium yang terjadi pada waktu penyembuhan fraktur!

Jawab :

Penyembuhan fraktur ada  5 Stadium :

1.Pembentukan Hematom : kerusakan jaringan lunak dan penimbunan darah.

2.Organisasi Hematom  / InflamasiDalam beberapa jam post fraktur : fibroblast ke hematom, beberapa hari terbentuk kapiler (jaringan granulasi).

3.Pembentukan kallus Fibroblast pada jaringan granulasi : kolagenoblast kondroblast, partisipasi osteoblast sehat terbentuk kallus (Woven bone).

4.Konsolidasi  : woven bone berubah menjadi lamellar bone.

5.Remodelling : Kalus berlebihan menjadi tulang normal.
18.Bagaimana proses penyembuhan fraktur?

Jawab :

Proses penyambuhan fraktur adalah :

  1. Fase penyatuan : absorbsi energi pada tempat fraktur.
  2. Fase inflamasi : hematoma, nekrosis tepi fraktur, pelepasan sitokin, jaringan granulasi dalam celah – celah. Fase inflamasi berlangsung selama sekitar 2 minggu.
  3. Fase reparatif : kartilago dan tulang berdiferensiasi dari potensial dan sel – sel mesenkim. Kartilago mengalami klasifikasi endokondral, dan tulang membranosa yang dibentuk oleh osteoblas pada perifer dari kalus, secara bertahap mengganti kartilago yang berklasifikasi dengan tulang. Fase ini berlangsung selama satu sampai beberapa bulan.
  4. Fase remodelling : Membutuhkan waktu bulanan hingga tahunan untuk merampungkan penyembuhan tulang meliputi aktifitas osteoblas dan osteoklas yang menghasilkan perubahan jaringan immatur menjadi matur, terbentuknya tulang lamelar sehingga menambah stabilitas daerah fraktur (McCormack,2000).

19.Bagimana prinsip terjadinya union ( penyatuan tulang ) pada penderia fraktur?

Jawab :

a.     Dewasa  : Kortikal  3 bulan, Kanselus 6 minggu

b.     Anak-anak  : separuh dari orang dewasa
20.Prevalensi pada penderita fraktur adalah?

Jawab :

Fraktur lebih sering terjadi pada orang laki laki daripada perempuan dengan umur dibawah 45 tahun dan sering berhubungan dengan olahraga, pekerjaan atau kecelakaan. Sedangkan pada Usila prevalensi cenderung lebih banyak terjadi pada wanita berhubungan dengan adanya osteoporosis yang terkait dengan perubahan hormon.

Nama Anda (dibutuhkan)

Email Anda (dibutuhkan)

Subjek

Pesan Anda

Upload Foto

Validation
captcha